Klungkung (Bimas Hindu) – Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Klungkung terus memperkuat perannya di tengah masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Dalam rangkaian kegiatan pada 3–5 Agustus 2026, penyuluh terlibat dalam pelayanan kesehatan masyarakat, penguatan tata kelola rumah ibadah, serta dukungan terhadap penguatan demokrasi partisipatif di Desa Tihingan dan Desa Adat Sarimertha.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan ialah partisipasi Penyuluh Agama Hindu I Nyoman Tirtayasa dalam pelayanan Posyandu di Desa Tihingan bersama kader Posyandu, UPTD Puskesmas Banjarangkan II, dan mahasiswa KKN Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Selain mendukung layanan kesehatan, kehadiran penyuluh juga memberikan penguatan mental dan spiritual kepada masyarakat.
"Penyuluh Agama Hindu hadir tidak hanya untuk membina kehidupan keagamaan, tetapi juga mendukung program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk menghadirkan pelayanan yang lebih utuh, menyentuh aspek jasmani maupun rohani," ujar I Nyoman Tirtayasa.
Selain itu, Penyuluh Agama Hindu Ayu Putri Suryaningrat melaksanakan koordinasi bersama Prajuru Pura Melanting Desa Adat Sarimertha guna memperkuat tata kelola administrasi rumah ibadah serta meningkatkan komunikasi antara Kementerian Agama dan pengurus pura sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan.
"Pengelolaan rumah ibadah yang tertib dan akuntabel akan mendukung pelayanan keagamaan yang semakin baik. Karena itu, koordinasi dan komunikasi dengan pengurus pura perlu terus diperkuat," kata Ayu Putri Suryaningrat.
Peran penyuluh juga tampak dalam kegiatan Deklarasi dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Desa Partisipatif antara Desa Adat Tihingan dan Bawaslu Kabupaten Klungkung. Pada kegiatan tersebut, penyuluh memimpin pembacaan doa sebagai bentuk dukungan spiritual terhadap komitmen bersama dalam membangun kehidupan demokrasi yang partisipatif, damai, dan berintegritas.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penyuluh agama tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan umat, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kesehatan masyarakat, tata kelola rumah ibadah, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis melalui kolaborasi lintas sektor.
Kontributor : I Made Juni Saputra