Kalimantan Timur (Bimas Hindu) – Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Semuel, S.Ag., melaksanakan rangkaian kunjungan kerja ke dua wilayah, yakni Kabupaten Berau dan Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, pada Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pembinaan umat Hindu, menyerap aspirasi masyarakat, serta memantau kondisi sarana peribadatan di daerah terpencil dan wilayah perbatasan.
Kunjungan diawali di Pura Agung Giri Natha, Kabupaten Berau, yang berada di wilayah paling utara Kalimantan Timur dan berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Utara. Dengan jarak sekitar 490 kilometer dari Kota Samarinda atau kurang lebih 14 jam perjalanan darat, kawasan ini menjadi salah satu fokus dalam upaya pemerataan layanan keagamaan.

Dalam dialog bersama umat, Semuel meninjau kondisi pura dan pasraman sekaligus mendengarkan berbagai kebutuhan masyarakat terkait penguatan pembinaan serta kelembagaan keagamaan Hindu. Ia menegaskan bahwa setiap masukan dari umat akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti oleh Kementerian Agama.
“Setiap masukan dari umat menjadi catatan penting bagi kami untuk ditindaklanjuti, terutama terkait pembinaan, sarana ibadah, dan penguatan lembaga pendidikan keagamaan Hindu,” ujar Semuel.
Selain pembinaan kelembagaan, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan umat Hindu, khususnya generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, Semuel mendorong siswa pasraman untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya memperkuat sumber daya manusia di bidang keagamaan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Pura Agung Giri Kencana, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur. Wilayah ini diketahui memiliki jumlah umat Hindu yang cukup signifikan. Berdasarkan data Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) setempat, terdapat sekitar 96 kepala keluarga umat Hindu yang tersebar di Desa Sidomulyo (SP1) dan Desa Suka Maju (SP5).
Di lokasi tersebut, Semuel kembali melakukan dialog terbuka dengan umat untuk menyerap aspirasi terkait kebutuhan pembinaan, penguatan kegiatan keagamaan, hingga peningkatan fasilitas ibadah. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian yang merata tanpa membedakan lokasi geografis.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan serta memastikan umat Hindu memperoleh perhatian yang sama, termasuk dalam pemenuhan sarana dan prasarana tempat ibadah,” tegasnya.
Rangkaian kunjungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama dalam memperkuat pelayanan dan pembinaan umat Hindu di Kalimantan Timur. Melalui pendekatan langsung ke lapangan, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih erat antara pemerintah dan umat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan keagamaan hingga ke wilayah terpencil dan perbatasan.