Palangka Raya (Bimas Hindu) — Jika di sekolah umum siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), maka di Widyalaya Hindu proses penyambutan peserta didik diawali melalui Upacara Upanayana, sebuah tradisi yang tidak hanya mengenalkan lingkungan pendidikan secara fisik, tetapi juga membangun kesiapan mental, spiritual, dan karakter sebelum memasuki dunia belajar.
Tradisi tersebut dilaksanakan oleh Pratama Widyalaya Widya Bhakti dan Adi Widyalaya Widya Bhakti di Pura Pitamaha, Kota Palangka Raya, Rabu (29/7/2026), sebagai bagian dari penyambutan siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui upacara ini, para peserta didik diajak memulai perjalanan pendidikan dengan penyucian diri, penyerahan benang suci, serta memohon tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar ilmu yang diperoleh membawa manfaat bagi kehidupan.
Berbeda dengan orientasi sekolah yang umumnya memperkenalkan ruang kelas, tata tertib, maupun budaya sekolah, Upanayana menghadirkan dimensi yang lebih utuh. Siswa tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan belajar, tetapi juga dibimbing agar memiliki kesiapan rohani, pengendalian diri, serta budi pekerti sebagai bekal dalam menuntut ilmu.
Kepala Bidang Bimas Hindu Kalimantan Tengah, I Made Adnyana, mengapresiasi pelaksanaan Upanayana sebagai awal yang baik dalam menyongsong semester baru.
"Ini merupakan upaya yang baik dalam menandai awal semester baru, sehingga kita harapkan siswa-siswi di Widyalaya ini agar bisa lebih mudah menyerap dan memahami ilmu pengetahuan yang disampaikan para gurunya, dengan harapan siswa Widyalaya menjadi Sidhi, Sadhu, Sudha, dan Suci," ujarnya.
Ia menambahkan, Upanayana bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momentum pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki sekolah.
"Melalui Upacara Upanayana ini diharapkan dapat membersihkan diri dari sifat buruk dan menumbuhkan sifat baik melalui sarana ritual. Dan juga menandai dimulainya fase kehidupan seorang pelajar yang taat, disiplin, dan bertanggung jawab," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pratama Widyalaya dan Adi Widyalaya Widya Bhakti menjelaskan bahwa Upanayana telah menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap tahun bagi siswa baru. Kegiatan yang diselenggarakan secara swadaya oleh sekolah dan orang tua tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar serta menghadirkan kebahagiaan bagi peserta didik dalam mengikuti proses pendidikan. Tahun ajaran ini, Pratama Widyalaya Widya Bhakti menerima tujuh siswa baru, sedangkan Adi Widyalaya Widya Bhakti menerima empat siswa baru.
Upacara dipimpin oleh Jro Gede Made Suparma dan diikuti seluruh siswa Pratama Widyalaya Widya Bhakti Kelompok A dan B serta siswa Adi Widyalaya Widya Bhakti dari berbagai jenjang kelas. Melalui Upanayana, Widyalaya Hindu menunjukkan bahwa proses pengenalan sekolah tidak hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang lingkungan belajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.