Potensi Tradisi Lokal Dinilai Mampu Dongkrak Ekonomi Umat Hindu Di Gunungkidul

Potensi Tradisi Lokal Dinilai Mampu Dongkrak Ekonomi Umat Hindu Di Gunungkidul

Gunungkidul (Bimas Hindu) - Paguyuban Pengembang Agama Hindu Gunungkidul menggelar pertemuan di Podowenang, Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (17/5/2026). Pertemuan yang dihadiri tokoh-tokoh Hindu se-Gunungkidul itu menjadi ruang konsolidasi umat dalam memperkuat peran keagamaan, pelestarian budaya, hingga pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Kegiatan Ini dihadiri Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Didik Widya Putra, Ketua PHDI Gunungkidul Purwanto, Ketua Paguyuban Pengembang Agama Hindu Gunungkidul Kardi, serta para tokoh pura dan penggerak umat Hindu dari berbagai wilayah di Gunungkidul.

Dalam sambutannya, Didik Widya Putra menegaskan pentingnya kolaborasi antara umat Hindu dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Gunungkidul yang berbasis budaya dan kearifan lokal. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap seni dan budaya menjadi peluang besar yang perlu dimanfaatkan bersama oleh umat Hindu.

“Saya mengajak kita semua, baik pemerintah maupun umat Hindu, untuk bersama-sama nyengkuyung pembangunan di Gunungkidul, termasuk kegiatan tradisi dan budaya. Apresiasi kami kepada Bupati yang telah memberikan perhatian besar pada pengembangan seni dan budaya, ini adalah modal penting bagi kita,” ujar Didik.

Ia juga menekankan bahwa umat Hindu perlu memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam pengembangan potensi daerah, terutama pada sektor ekonomi kerakyatan dan pariwisata berbasis budaya. Didik menilai, penguatan ekonomi umat harus berjalan beriringan dengan penguatan pendidikan dan ritual keagamaan.

“Gunungkidul memiliki potensi besar untuk peningkatan ekonomi keumatan. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di lahan sendiri. Jika diberi ruang, mari kita isi dengan baik agar umat tidak hanya mendukung kegiatan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi nyata,” tegasnya.

Menurut Didik, pembangunan umat Hindu ke depan perlu ditopang tiga kekuatan utama, yakni penguatan ritual keagamaan, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan umat Hindu yang mandiri dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua PHDI Gunungkidul, Purwanto, menyoroti besarnya potensi tradisi lokal sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Ia mencontohkan tradisi Grebeg Besar Gunungwijil di Ngawen yang dinilai memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat setempat.

“Grebeg Besar Gunungwijil merupakan potensi wisata dan tradisi yang sangat kuat di Ngawen. Kami mengajak umat untuk mendukung UMKM wisata lokal, menjaga tradisi berkat dan sajian khas, serta tetap fleksibel, tertib, dan mengedepankan gotong royong antarwilayah,” ungkap Purwanto.

Ketua Paguyuban Pengembang Agama Hindu Gunungkidul, Kardi, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa moderasi beragama menjadi landasan penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai di tengah keberagaman.

“Moderasi beragama menjadi kunci dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan. Dengan sikap saling menghormati dan memahami, umat Hindu dapat terus berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Kardi.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen umat Hindu di Gunungkidul dalam menjaga tradisi, memperkuat moderasi beragama, dan mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan sosial serta ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal di Gunung Kidul.

 

#Bimas Hindu #Pembimas Hindu DIY


Berita Daerah LAINNYA