Satukan Tekad Sinergi Lintas Lembaga, Siap Sukseskan Utsawa Dharmagita XVI Lombok Barat

Menyongsong perhelatan akbar Utsawa Dharmagita (UDG) XVI Tingkat Kabupaten Lombok Barat tahun 2026

Lombok Barat (BIMAS HINDU) – Dalam rangka mematangkan persiapan momentum sakral penguatan literasi suci keagamaan, rapat koordinasi lintas lembaga keumatan resmi digelar oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat. Pertemuan strategis ini berlangsung dengan khidmat berlokasi di Wantilan Pura Desa Puseh, Desa Adat Tri Bhuwana Pelangan, Kecamatan Sekotong, guna menyatukan visi menyongsong perhelatan akbar Utsawa Dharmagita (UDG) XVI Tingkat Kabupaten Lombok Barat tahun 2026 (28/5).

Pertemuan berskala besar tersebut menghadirkan seluruh elemen pemangku kepentingan keumatan di tingkat akar rumput, mulai dari Ketua dan jajaran Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Sekotong, Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kecamatan Sekotong, Manggala Desa Adat se-Kecamatan Sekotong, Banjar-Banjar Adat, Kelihan Dinas yang beragama Hindu di wilayah Sekotong, pengurus Sekha Teruna-Teruni, hingga satuan pengamanan adat Pecalang.

Kepala Seksi Bimas Hindu Kankemenag Kabupaten Lombok Barat, Ketut Edi Ariawan, dalam arahannya menekankan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan kegiatan keagamaan seperti UDG adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Hindu yang unggul, maju, dan berkarakter. Menurutnya, fondasi tersebut tidak dapat dibangun secara parsial oleh satu pihak saja.

"SDM Hindu tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja, misalnya oleh pemerintah saja dalam hal ini Kementerian Agama. Namun, selalu membutuhkan sinergi yang kokoh dengan lembaga keumatan lainnya, seperti PHDI selaku majelis umat maupun LPDG (Lembaga Pengembangan Dharmagita) selaku organisasi umat yang bertugas melestarikan dan mengembangkan dharmagita," terang Edi.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa keterbatasan anggaran yang dihadapi dalam pelaksanaan UDG kali ini bukanlah hambatan, melainkan sebuah momentum untuk mempererat rasa kebersamaan (menyama braya) serta gotong royong antarlembaga adat dan dinas. Sinergi dengan desa adat, banjar adat, dan perangkat pemerintahan dinas harus terus dikuatkan demi tanggung jawab bersama memajukan generasi muda Hindu.

Gayung bersambut, Ketua LPDG Kabupaten Lombok Barat, I Made Kota, memaparkan momentum historis penunjukan lokasi kegiatan. Berdasarkan hasil keputusan rapat pleno pada 13 Mei 2026 bersama PHDI Kabupaten Lombok Barat, para Ketua PHDI Kecamatan, serta ormas-ormas Hindu tingkat kabupaten, Kecamatan Sekotong secara resmi disepakati untuk mengemban amanah sebagai tuan rumah UDG Tingkat Kabupaten Lombok Barat XVI Tahun 2026.

"Dalam rapat internal umat Hindu di Sekotong pada tanggal 17 Mei 2026 yang lalu, seluruh elemen umat di Kecamatan Sekotong telah membulatkan tekad dan menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah perhelatan mulia ini," ungkap I Made Kota.

Apresiasi mendalam turut mengalir dari Ketua PHDI Kabupaten Lombok Barat, I Wayan Sugi. Dirinya memuji kekompakan dan keberanian moral umat Hindu di Kecamatan Sekotong yang mengambil tanggung jawab besar ini untuk pertama kalinya dalam sejarah perkembangan umat di Lombok Barat. Kesiapan solid dari jajaran PHDI kecamatan, desa adat, banjar adat, dan segenap organisasi kepemudaan menjadi modal utama kesuksesan acara.

Guna mematangkan langkah teknis dan strategi pencapaian target sukses penyelenggaraan, sesi diskusi interaktif kemudian dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Hindu, I Made Sri Wirdiata. Berdasarkan skema persiapan, perhelatan akbar Utsawa Dharmagita (UDG) XVI Tingkat Kabupaten Lombok Barat Tahun 2026 ini direncanakan akan menggetarkan panggung syiar suci pada bulan September tahun 2026 mendatang.


Berita Daerah LAINNYA