Mesuji (Bimas Hindu) - Kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan Pengurus Peradah Kabupaten Mesuji melalui aksi pelestarian lingkungan hijau di Banjar Adat Buana Jaya, Desa Karya Jaya, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Lampung, Minggu (4/10/2026). Kegiatan tersebut menjadikan konsep ekoteologi sebagai pijakan untuk menghubungkan kepedulian terhadap alam dengan pengamalan nilai-nilai keagamaan Hindu.
Aksi lingkungan itu melibatkan Pengurus Peradah Kabupaten Mesuji, Adat Banjar Buana Jaya, Jero Mangku, Penyuluh Agama Hindu, teruna-teruni, serta siswa Pasraman Banjar Buana Jaya. Keterlibatan lintas unsur tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi dapat tumbuh sebagai gerakan bersama di tengah masyarakat.
Ketua Peradah Kabupaten Mesuji, Nengah Sekarini, mengatakan ekoteologi mengajarkan hubungan yang harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan menurutnya tidak dapat dipisahkan dari praktik kehidupan beragama.
“Pelestarian lingkungan bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama Hindu, karena menjaga alam berarti menjaga keseimbangan kehidupan dan menjalankan tanggung jawab kita sebagai manusia,” ujar Nengah Sekarini.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran lingkungan. Nilai kepedulian terhadap alam akan lebih mudah tumbuh ketika anak-anak dan generasi muda tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi di lingkungan tempat mereka tinggal.
Pendekatan tersebut sekaligus mempertemukan pendidikan keagamaan dengan praktik kehidupan sehari-hari. Siswa pasraman dan teruna-teruni memperoleh pengalaman bahwa nilai yang dipelajari dalam lingkungan pendidikan dan keagamaan dapat diterapkan melalui tindakan sederhana untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam.
Pak Adat Banjar Buana Jaya mengapresiasi inisiatif Peradah yang melibatkan unsur adat, tokoh agama, generasi muda, dan siswa pasraman. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan banjar.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat terus ditanamkan kepada generasi muda, sehingga menjaga kebersihan dan kelestarian alam menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Pelibatan unsur adat dan keagamaan juga memberi ruang bagi nilai-nilai lokal untuk berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis. Lingkungan banjar tidak hanya dipandang sebagai tempat bermukim, tetapi juga ruang bersama yang perlu dirawat agar tetap bersih, hijau, asri, dan nyaman.
Bagi generasi muda, pengalaman terlibat dalam kegiatan lingkungan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Kepedulian, tanggung jawab, kerja sama, dan konsistensi merupakan nilai yang dapat dibangun melalui aktivitas nyata di tengah masyarakat.
“Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh di kalangan generasi muda. Ketika mereka terlibat langsung sejak dini, menjaga alam akan lebih mudah dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab kehidupan,” ujar Nengah Sekarini.
Konsep ekoteologi yang menjadi landasan kegiatan menempatkan hubungan manusia dan alam dalam kerangka keseimbangan. Pemahaman tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam tindakan nyata dengan melibatkan masyarakat, generasi muda, dan peserta didik pasraman.
Kegiatan di Banjar Adat Buana Jaya menjadi salah satu bentuk keterlibatan Peradah Kabupaten Mesuji dalam mendorong kesadaran lingkungan di kalangan umat Hindu. Aksi tersebut sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Dari lingkungan banjar, pesan tentang menjaga alam diperkenalkan sebagai bagian dari praktik kehidupan sehari-hari. Kesadaran tersebut diharapkan terus tumbuh melalui kebiasaan merawat lingkungan, sehingga nilai keagamaan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi hadir dalam tindakan nyata masyarakat.
kontributor : Ni Ketut Putriani, S.Sos.H