Tanamkan Tri Kaya Parisudha Sejak Dini, Kemenag Karangasem Edukasi Anak TK melalui Permainan

Anak-anak TK PW Surya Bhakti Kumara, Kayuaya mengikuti permainan edukatif “Perbuatan Baik dan Tidak Baik” dalam pembinaan keagamaan Kemenag Karangasem.

Kubu (Bimas Hindu) Menanamkan nilai agama dan budi pekerti sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Karena itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem melalui Penata Layanan Operasional (PLO) Kecamatan Kubu memberikan pembinaan keagamaan kepada anak-anak TK PW Surya Bhakti Kumara, Kayuaya, Rabu (12/8/2026).

Pembinaan dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif bertema “Perbuatan Baik dan Tidak Baik”. Cara ini digunakan untuk mengenalkan nilai-nilai ajaran Hindu sekaligus membantu anak memahami perilaku yang baik dan tidak baik melalui contoh-contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam permainan tersebut, anak-anak diajak mengenali berbagai perbuatan baik, seperti membantu teman, berkata sopan, menghormati orang tua dan guru, berbagi dengan sesama, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Anak-anak juga diperkenalkan pada perilaku yang perlu dihindari, seperti mengejek teman, berkata kasar, berbohong, bertengkar, dan membuang sampah sembarangan. Melalui permainan, anak dilatih membedakan perilaku yang patut dilakukan dengan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

PLO Kecamatan Kubu, Ni Nengah Sudiarti, mengatakan pembinaan keagamaan kepada anak usia dini perlu disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia mereka.

“Anak-anak lebih mudah memahami nilai-nilai kebaikan ketika disampaikan melalui permainan. Kami ingin mereka belajar bahwa berbuat baik itu sederhana dan bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti berkata sopan, membantu teman, menghormati guru, dan menjaga kebersihan,” ujar Sudiarti.

Menurut Ni Nengah Sudiarti, pembiasaan sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Nilai-nilai yang diperkenalkan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, nilai yang mereka dapatkan dalam kegiatan ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Sudiarti.

Pembinaan tersebut selanjutnya dikaitkan dengan ajaran Tri Kaya Parisudha, yakni Manacika atau berpikir yang baik, Wacika atau berkata yang baik, dan Kayika atau berbuat yang baik.

Pengenalan Tri Kaya Parisudha dilakukan melalui contoh yang sederhana dan dekat dengan keseharian anak. Berpikir baik diwujudkan dengan memiliki niat yang baik kepada teman, berkata baik melalui tutur kata yang sopan, serta berbuat baik dengan membantu, berbagi, menghormati orang lain, dan menjaga lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemenag Karangasem dalam menanamkan karakter dan budi pekerti luhur melalui pembinaan keagamaan yang ramah dan adaptif terhadap dunia anak.

Melalui pembelajaran yang dikemas menyenangkan, nilai agama diharapkan tidak hanya dipahami oleh anak, tetapi juga mulai dibiasakan dalam perilaku sehari-hari. Dari kebiasaan sederhana tersebut, diharapkan tumbuh generasi Hindu yang santun, peduli, bertanggung jawab, dan berlandaskan Dharma.

Kontributor : Finxi


Berita Daerah LAINNYA