Tulang Bawang (Bimas Hindu) — Dalam upaya menangkal penyebaran misinformasi dan intoleransi di ruang siber, Bimas Hindu Kabupaten Tulang Bawang mengambil langkah strategis dengan memperkuat literasi digital dan moderasi beragama bagi jajaran Pandita, Pinandita, serta tokoh lintas organisasi Hindu. Langkah komprehensif ini dikonsolidasikan melalui Dialog Kerukunan di Aula Penghulu Negarou, Tulang Bawang, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini menyinergikan simpul-simpul utama keumatan Hindu di daerah, meliputi perwakilan PHDI, Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), WHDI, Prajaniti, Peradah, hingga para penggerak program Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS).
Pejabat Bimas Hindu Kabupaten Tulang Bawang, Johan Yusuf, menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi yang masif menuntut para tokoh agama untuk lebih adaptif dan bijaksana dalam memandu umat di era digital.
"Moderasi beragama bukan berarti mengurangi esensi nilai agama, melainkan bagaimana kita menjalankan ajaran tersebut secara seimbang dan menghargai perbedaan. Tokoh agama harus menjadi pelopor literasi dengan mengedukasi umat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau konten yang dapat memicu gesekan sosial," ujar Johan Yusuf.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Bimas Hindu Provinsi Lampung, Jumadi, menyoroti pentingnya konsolidasi kelembagaan. Menurutnya, keragaman organisasi keagamaan Hindu merupakan pilar kekuatan yang harus dikelola secara harmonis untuk membantu pemerintah melakukan pembinaan umat.
"Perbedaan organisasi hendaknya tidak menjadi sekat, melainkan menjadi kekayaan yang saling melengkapi. Seluruh potensi organisasi Hindu harus bersinergi dan mengedepankan kepentingan umat agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," ungkap Jumadi.
Sementara itu, Penyelenggara Hindu Kabupaten Tulang Bawang, Narsono, memaparkan bahwa arah kebijakan pembinaan keumatan saat ini difokuskan pada penguatan kapasitas yang relevan dengan tantangan zaman. Nilai-nilai Dharma dan kebersamaan (menyama braya) harus terus diadaptasi sebagai fondasi menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Melalui konsolidasi strategis ini, Ditjen Bimas Hindu berharap para tokoh dan pimpinan lembaga agama Hindu dapat bertransformasi menjadi agen penggerak moderasi beragama yang efektif, baik di lingkungan akar rumput maupun di ruang digital masyarakat luas.