Umat Butuh Eksis, Pengelola Pura Agung Giri Natha Semarang Ambil Langkah Mengejutkan Ini!

Semarang (Bimas Hindu) – Aktivitas sembahyang ke Pura bagi generasi masa kini telah mengalami pergeseran makna yang menarik. Datang ke tempat suci bukan lagi sekadar ruang intim untuk menjaga hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), melainkan telah bertransformasi menjadi bagian dari identitas, gaya hidup, hingga kebutuhan aktualisasi diri di media sosial.

Membaca fenomena tersebut, Pengelola Pura Agung Giri Natha Kota Semarang bergerak cepat dan proaktif. Berkolaborasi dengan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip), Penyuluh Agama Hindu Kota Semarang menggelar pelatihan desain grafis berbasis platform Canva pada Minggu (21/6/2026). Langkah inovatif ini diambil untuk menjembatani kebutuhan digital umat sekaligus memikat masyarakat agar kian aktif bersembahyang ke pura melalui sajian konten yang estetik dan kekinian.

Rosita, mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Undip yang bertindak sebagai narasumber, menjelaskan bahwa lembaga keagamaan saat ini tidak boleh menutup mata terhadap tren komunikasi publik.

"Media sosial hari ini adalah ruang etalase. Ketika umat, terutama generasi muda, merasa bahwa konten keagamaan dikemas secara modern, visual, dan mudah dipahami, mereka akan merasa bangga menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Lewat Canva, pengelola pura bisa menyajikan informasi kegiatan dengan tampilan yang memikat mata (eye-catching), tanpa menghilangkan identitas kesucian pura itu sendiri," tutur Rosita.

Dalam pelatihan interaktif ini, para pengempon pura dibekali kemampuan praktis (hands-on), mulai dari menyusun identitas visual Instagram, teknik mencocokkan warna (color palette), hingga menyusun narasi kreatif yang mampu membangun kedekatan emosional (engagement) dengan audiens digital.

Penyuluh Agama Hindu Kota Semarang, Widya Ayu Candra, S.Pd., menambahkan bahwa inovasi di bidang literasi digital ini adalah strategi utama untuk merangkul umat di era modern.

"Kita harus jujur melihat kondisi saat ini. Media sosial adalah wajah pertama yang dilihat publik. Melalui konten-konten yang interaktif, estetik, dan informatif, kami ingin memantik semangat umat untuk kembali aktif ke pura. Sembahyang ke pura itu keren, menenangkan, dan relevan dengan kehidupan modern mereka. Dokumentasi publikasi yang dikelola dengan baik akan memancarkan kedamaian dan keindahan ajaran Dharma ke ruang digital secara lebih luas," ungkap Widya optimis.

Melalui sinergi kreatif ini, Pura Agung Giri Natha Kota Semarang diharapkan kian terampil mengoptimalkan platform digital. Bukan sekadar sebagai papan pengumuman kaku, melainkan sebagai ruang edukasi inklusif dan syiar keagamaan Hindu yang menyejukkan, segar, serta mampu menginspirasi umat untuk terus bertumbuh dalam kesadaran spiritual di tengah laju zaman.


Berita Daerah LAINNYA