Akselerasi Program Keumatan Berlanjut, Penguatan Data hingga Utsawa Dharma Gita 2027 Jadi Prioritas

Akselerasi Program Keumatan Berlanjut, Penguatan Data hingga Utsawa Dharma Gita 2027 Jadi Prioritas

Jakarta (Bimas Hindu) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan Hindu. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Pimpinan yang dipimpin Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, di Jakarta, Senin (2/6/2026).

Rapat yang diikuti jajaran pejabat eselon II, eselon III, pejabat administrator, pengawas, dan fungsional perencana itu membahas berbagai program prioritas yang akan menjadi fokus penguatan ke depan, mulai dari ekoteologi, pembinaan keluarga Hindu, penguatan data pendidikan, hingga persiapan pelaksanaan Utsawa Dharmagita (UDG) Tahun 2027.

Dalam arahannya, Prof. I Nengah Duija menegaskan bahwa seluruh unit kerja harus memperkuat tata kelola program melalui penyediaan data yang akurat, terukur, dan berbasis fakta. Menurutnya, kualitas data akan menentukan efektivitas kebijakan dan program yang dijalankan untuk menjawab kebutuhan umat Hindu di berbagai daerah.

“Seluruh unit kerja harus menyiapkan data strategis yang valid dan berbasis fakta sebagai dasar pengambilan kebijakan dan tindak lanjut program,” ujar Prof. Duija.

Salah satu isu yang mendapat perhatian serius adalah penguatan program ekoteologi. Direktorat Urusan Agama Hindu diminta menyusun program yang lebih konkret serta mendokumentasikan berbagai aktivitas pelestarian lingkungan yang telah dilakukan umat Hindu, seperti penanaman pohon, pelepasan satwa, dan kegiatan konservasi lainnya.

Penguatan ekoteologi dinilai penting karena tidak hanya menjadi implementasi ajaran Hindu dalam menjaga keharmonisan alam, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata umat dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.

Selain itu, rapat juga menyoroti penguatan program Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) sebagai instrumen pembinaan keluarga Hindu. Program tersebut dipandang memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus mendukung lahirnya generasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Direktur Urusan Agama Hindu, Ida Bagus Ketut Drana Arimbawa, menekankan pentingnya menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan RBKS dan berbagai kegiatan pembinaan keluarga harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Pada sektor pendidikan, Direktorat Pendidikan Hindu diminta mempercepat konsolidasi data nasional yang mencakup perguruan tinggi keagamaan Hindu negeri, program studi, status akreditasi, jumlah dosen, mahasiswa, widyalaya, guru agama Hindu, hingga berbagai program bantuan pendidikan.

Direktur Pendidikan Hindu, Prof. I Ketut Sudarsana, menyampaikan bahwa sejumlah data strategis sedang dipersiapkan sebagai bahan penyusunan kebijakan pendidikan Hindu yang lebih terarah. Ia juga melaporkan perkembangan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), pendataan pasraman, serta proses pengembangan kelembagaan pendidikan Hindu di berbagai daerah.

Selain membahas program keagamaan dan pendidikan, rapat turut menyoroti pentingnya penguatan ekonomi umat dalam berbagai program strategis. Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Dr. Ida Made Pidada Manuaba, menyampaikan bahwa sejumlah program prioritas telah menjadi perhatian dalam pembahasan perencanaan nasional bersama Bappenas.

Pembahasan lain yang mendapat perhatian khusus adalah persiapan Utsawa Dharmagita Tahun 2027. Dirjen Bimas Hindu meminta agar perencanaan kegiatan berskala nasional tersebut dimulai lebih awal dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Prof. I Nengah Duija, UDG tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni dan budaya Hindu, tetapi juga harus mampu menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang lebih luas. Karena itu, konsep kegiatan diarahkan untuk mengintegrasikan unsur pemberdayaan ekonomi umat, aksi ekoteologi, dialog lintas agama, serta promosi budaya daerah.

“UDG harus menjadi ruang yang mempertemukan nilai keagamaan, kebudayaan, persaudaraan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan yang memberi manfaat luas,” tegasnya.

Rapat juga membahas pentingnya pendataan filantropi Hindu yang selama ini berkembang melalui pura, yayasan, organisasi sosial keagamaan, maupun individu. Berbagai kegiatan sosial seperti bantuan kemanusiaan, pelayanan kesehatan, bantuan pendidikan, hingga program pengentasan kemiskinan dinilai perlu didokumentasikan sebagai bagian dari kontribusi nyata umat Hindu bagi masyarakat.

Penguatan ekoteologi, pembinaan keluarga, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pengembangan filantropi Hindu menjadi bagian dari agenda besar yang terus didorong untuk menjawab tantangan zaman. Keselarasan langkah antarunit kerja dinilai penting agar setiap program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.

#Bimas Hindu #Ekoteologi #Widyalaya #Zona Integritas 


Berita Pusat LAINNYA