Dirjen Bimas Hindu Dorong Kemenag se-Bali Ciptakan "Legacy" Melalui Widyalaya Binaan dan Digitalisasi

Prof. I Nengah Duija, memberikan arahan kepada seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali dalam kegiatan "Ngopi 1" (Ngobrol Pendidikan Hindu)

DENPASAR (Bimas Hindu) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, memberikan arahan kepada seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali dalam kegiatan "Ngopi 1" (Ngobrol Pendidikan Hindu) yang digelar secara daring pada Kamis, 7 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, Dirjen menekankan pentingnya meninggalkan warisan (legacy) nyata bagi generasi mendatang melalui penguatan institusi pendidikan Widyalaya.

Dalam sambutannya, Prof. I Nengah Duija mengingatkan para pejabat Kemenag di daerah agar tidak hanya terjebak dalam rutinitas jabatan, melainkan harus fokus pada keberlangsungan masa depan umat.

"Janganlah kita berpikir jadi pejabat sekarang, tetapi tidak memiliki legasi terhadap apa yang menjadi kebutuhan dasar dari anak cucu kita ke depan. Ini yang saya kira menjadi tugas kita, Bapak-Ibu sekalian yang diberikan amanah oleh Tuhan...".

Sebagai langkah konkret dari pesan tersebut, Dirjen mengharapkan setiap Kepala Kantor Kemenag di Bali untuk menetapkan minimal satu Widyalaya Binaan di wilayahnya masing-masing. Widyalaya binaan ini diharapkan menjadi ikon unggulan yang dikelola secara profesional sehingga menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat.

Selain penguatan institusi, digitalisasi menjadi pilar utama dalam transformasi pendidikan Hindu. Prof. Duija menegaskan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar dalam pengelolaan data dan proses belajar mengajar. Sebagai bagian dari upaya transformasi, Direktorat Jenderal Bimas Hindu mendorong penyempurnaan Rapor Digital Widyalaya (RDW) agar tersinkronisasi sepenuhnya dengan sistem EMIS pusat demi menjamin akurasi satu data pendidikan. Sejalan dengan itu, pemerintah pusat telah mengajukan program digitalisasi pendidikan kepada Presiden yang diproyeksikan akan memodernisasi ruang kelas melalui penggunaan layar monitor untuk menggantikan papan tulis konvensional. Selain itu, guna memastikan kemudahan akses bagi lulusan selama masa transisi hingga tahun 2027, Widyalaya akan menerapkan model ijazah ganda yang mencakup format digital maupun manual.

Kakanwil Kemenag Bali, I Gusti Made Sunartha, menyambut baik arahan tersebut dan melaporkan bahwa saat ini Bali tengah berupaya keras mewujudkan Widyalaya negeri pertama sebagai pilot project nasional. Dengan adanya dukungan kebijakan dari pusat terkait tunjangan profesi guru (TPG) dan sarana prasarana, diharapkan Widyalaya di Bali mampu mencetak SDM unggul yang cerdas dan berkarakter.

Kegiatan "Ngopi" ini diharapkan terus berlanjut sebagai wadah komunikasi intensif untuk menyerap aspirasi dari lapangan serta memastikan seluruh program strategis Kementerian Agama dapat terimplementasi dengan baik di seluruh pelosok Bali.


Berita Pusat LAINNYA