Dirjen Bimas Hindu Tegaskan Peran Agama dalam Membangun Kesadaran Lingkungan dalam Hari Suci Tumpek Uye

Dirjen Bimas Hindu Tegaskan Peran Agama dalam Membangun Kesadaran Lingkungan dalam Hari Suci Tumpek Uye

Bogor  (Bimas Hindu) - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, menegaskan pentingnya peran agama dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri, Aman, Sehat, Bersih, dan Mulia yang merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan nasional yang dipusatkan di Pura Parahyangan Agung Jagat Kerta Gunung Salak.

Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia ini melibatkan satuan pendidikan tinggi, pendidikan dasar, penyuluh agama, pembimas, organisasi kemasyarakatan, serta umat lintas agama. Dalam aksi tersebut berhasil dilakukan penanaman sekitar 14.580 pohon dan pelepasan 4740 satwa ke habitat alaminya sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan.

Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menyampaikan bahwa gerakan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari kesadaran spiritual umat bahwa setiap tindakan manusia memiliki dampak langsung terhadap lingkungan. Ia menegaskan bahwa ekologi merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden dan Asta Protas Kementerian Agama, yang menempatkan agama sebagai kekuatan moral dalam membangun kesadaran kolektif menjaga alam.

Menurutnya, bahasa agama memiliki kekuatan dalam membangun kesadaran spiritual masyarakat agar menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga menjadi bagian dari praktik keagamaan. Oleh karena itu, selain penanaman pohon dan pelepasan satwa, kegiatan juga diisi dengan cek kesehatan gratis bagi umat, peluncuran buku ekoteologi, serta penyerahan mesin pencacah sampah kepada yayasan pengembangan pura guna mendukung pengelolaan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa program penanaman pohon akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai prioritas Direktorat Jenderal Bimas Hindu, tidak hanya dalam satu momentum, tetapi dilaksanakan secara berkala setiap tahun melalui kegiatan keagamaan dan program lingkungan yang terstruktur.

Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata implementasi Gerakan Indonesia Asri yang sebelumnya dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan nilai Tri Hita Karana dalam ajaran Hindu, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Ia menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci keberhasilan gerakan lingkungan, dan hal tersebut harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil. Kolaborasi antar kementerian dinilai penting untuk mengintegrasikan nilai agama dengan pendidikan keluarga agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sejak dini dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Selain kegiatan lapangan, turut diluncurkan buku ekoteologi yang berisi kumpulan tulisan akademisi perguruan tinggi keagamaan Hindu Indonesia. Buku tersebut menjadi landasan konseptual untuk mengubah ajaran teologis yang bersifat abstrak menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mendorong umat menjalankan nilai spiritual melalui tindakan konkret menjaga alam.

Melalui gerakan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin menyadari bahwa sekecil apa pun upaya menjaga lingkungan akan memberikan dampak besar bagi masa depan bangsa, sekaligus memperkuat pembangunan keluarga sehat, cerdas, dan harmonis melalui kesadaran ekologis yang berlandaskan nilai keagamaan.


Berita Pusat LAINNYA