Jakarta (Bimas Hindu) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen) Hindu Kementerian Agama menggelar kegiatan Sosialisasi Talent DNA di Ruang Sidang Ditjen Bimas Hindu Lantai 14, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Direktur Urusan Agama Hindu, Direktur Pendidikan Hindu, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Ditjen Bimas Hindu.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan yang lebih terukur dan berbasis potensi individu. Sosialisasi Talent DNA tidak hanya memperkenalkan konsep, tetapi juga membuka ruang bagi ASN untuk memahami arah pengembangan karier yang selaras dengan karakter dan kompetensi masing-masing.
Direktur Jenderal Bimas Hindu, I Nengah Duija, dalam arahannya menegaskan bahwa program Talent DNA memiliki peran penting dalam mendukung proses seleksi dan promosi jabatan administratur secara objektif, transparan, dan berkelanjutan.
“Ke depan, dalam proses pemilihan dan promosi jabatan, diperlukan pemetaan potensi yang jelas. Program Talent DNA ini menjadi penting untuk membantu mengungkap potensi yang dimiliki setiap ASN, sehingga dapat diberikan dukungan maupun rekomendasi dalam pengembangan karier,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil pemetaan Talent DNA harus dimaknai sebagai potret diri yang komprehensif, yang dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan tugas dan tanggung jawab secara lebih tepat. Dengan demikian, potensi ketidaksesuaian antara jabatan, minat, dan nilai individu dapat diminimalisir.
Melalui kegiatan ini, ASN juga mendapatkan pemahaman teknis mengenai proses pengisian instrumen Talent DNA yang dipandu langsung oleh tim fasilitator. Proses tersebut dirancang untuk menggali informasi mendalam mengenai karakter, kecenderungan, serta kekuatan personal yang dimiliki setiap ASN.
Hasil dari pemetaan Talent DNA nantinya akan dimanfaatkan sebagai landasan dalam penyusunan kebijakan manajemen talenta di lingkungan Ditjen Bimas Hindu, termasuk dalam perencanaan pengembangan kompetensi, pembinaan karier, hingga penempatan jabatan yang lebih tepat guna dan berdaya guna.
Seluruh ASN diharapkan dapat mengenali dan memaksimalkan potensi diri yang dimiliki sebagai pijakan dalam meningkatkan kinerja, profesionalitas, serta kontribusi konkret bagi organisasi. Pengenalan Talent DNA juga menjadi dasar awal dalam membangun sistem manajemen talenta yang responsif dan selaras dengan tuntutan organisasi di masa mendatang.