Jakarta (BIMAS HINDU) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Tugas Akhir Mahasiswa pada Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH), Kamis (4/12/2025). Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini merupakan bagian dari langkah penyesuaian kebijakan akademik dengan dinamika regulasi pendidikan tinggi terkini.
FGD menghadirkan para pakar akademik dan regulasi pendidikan tinggi: Prof. Dr. Dadan Rusmana, M.Ag., Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag., dan Mochamad Tanzil Multazam, S.H., M.Kn. Ketiga narasumber memaparkan perspektif strategis mengenai arah penyusunan pedoman tugas akhir mahasiswa yang adaptif, relevan, serta mampu menjawab kebutuhan zaman.
Diskusi juga diikuti oleh Tim Penyusunan Pedoman Tugas Akhir Mahasiswa PTKH, yang secara aktif mengeksplorasi format, regulasi, serta implementasi tugas akhir di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan dibuka oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. I Nengah Duija. Dalam arahannya, Prof. I Nengah Duija menekankan bahwa sejalan dengan kebijakan terbaru pendidikan tinggi, tugas akhir mahasiswa tidak lagi harus terikat pada format skripsi.
“Perguruan tinggi kini memiliki ruang lebih luas untuk menyediakan berbagai pilihan tugas akhir yang dapat menjadi daya tarik sekaligus meningkatkan relevansi lulusan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. I Nengah Duija menjelaskan bahwa luaran tugas akhir mahasiswa PTKH dapat dikembangkan ke berbagai bentuk, seperti proyek terapan, artikel jurnal ilmiah, hak paten, maupun karya akademik lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Beliau mendorong seluruh PTKH untuk memberikan masukan konstruktif guna memperkuat penyusunan regulasi yang tepat dan kontekstual.
Prof. I Nengah Duija juga mengajak PTKH di daerah untuk mulai mengembangkan proyek unggulan berbasis potensi lokal yang dapat disinergikan dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkuat posisi PTKH sekaligus mendukung agenda pembangunan di wilayah masing-masing.

Melalui penyelenggaraan FGD ini, Dirjen Bimas Hindu berharap penyusunan Pedoman Tugas Akhir Mahasiswa PTKH mampu menghadirkan fleksibilitas, memastikan kualitas lulusan, serta memperkokoh relevansi pendidikan tinggi keagamaan Hindu dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.