Mataram, (BIMAS HINDU) – Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menggelar perayaan puncak Dies Natalis ke-24 yang dirangkaikan dengan Sidang Senat. Acara ini menjadi momen refleksi bagi seluruh civitas akademika dalam memperkuat soliditas akademik yang humanis dan harmonis, sesuai dengan tema yang diusung pada tahun ini.
Rektor IAHN Gde Pudja Mataram membuka sambutannya dengan rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memungkinkan seluruh civitas akademika dapat berkumpul dalam perayaan ini. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya nilai-nilai humanisme dalam membangun kebersamaan dan persaudaraan dalam komunitas akademik Hindu.
Rektor menegaskan bahwa IAHN Gde Pudja Mataram terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas akademik dengan fokus pada inovasi dan kreativitas yang berdaya saing. Peningkatan riset yang menghasilkan publikasi berkualitas serta pencapaian akademik yang signifikan menjadi bukti nyata perkembangan institut ini. Salah satu pencapaian penting adalah penambahan program studi S3 pada tahun 2024, yang semakin memperkokoh peran IAHN dalam dunia pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, rektor juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional yang telah dijalin dengan berbagai institusi luar negeri, termasuk Dev University. Selain itu, beliau mendorong para dosen untuk melanjutkan studi doktoral guna meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing akademik institut ini.
Dirjen Bimas Hindu, I Nengah Duija, turut memberikan sambutan dalam acara ini. Beliau mengucapkan selamat atas perayaan Dies Natalis ke-24 IAHN Gde Pudja Mataram dan berharap institut ini dapat semakin berkembang hingga setara dengan perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional.
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija menyoroti sepuluh tantangan utama yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia menuju 2025-2045, sebagaimana tertuang dalam dokumen pendidikan tinggi Bappenas. Beberapa tantangan tersebut antara lain:
- Akses Terbatas ke Pendidikan Tinggi – Tidak semua daerah memiliki perguruan tinggi, sehingga pemerataan pendidikan masih menjadi kendala.
- Pengembangan Program Studi – Program studi yang dikembangkan harus selaras dengan kebutuhan pasar dan kebijakan Bappenas menuju 2045.
- Kualitas Infrastruktur – Terbatasnya infrastruktur menjadi kendala utama dalam pengembangan kampus, termasuk ruang kelas yang memadai.
- Kompetensi Tenaga Pengajar – Saat ini, hanya sekitar 18,45% dosen di Indonesia yang memiliki kualifikasi S3, sehingga perlu peningkatan kualitas SDM akademik.
- Daya Saing Lulusan – Lulusan harus memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia kerja agar dapat bersaing secara global.
- Jaminan Mutu dan Akreditasi – Program studi di perguruan tinggi Hindu masih didominasi oleh akreditasi B, yang perlu ditingkatkan agar dapat bersaing.
- Akreditasi Perguruan Tinggi – Mayoritas perguruan tinggi Hindu masih memiliki status akreditasi B, sedangkan targetnya adalah mencapai akreditasi unggul.
- Publikasi dan Sitasi Ilmiah – Dosen perlu lebih aktif dalam melakukan publikasi ilmiah dan sitasi untuk meningkatkan reputasi akademik institut.
- Akses dan Sumber Daya untuk Penelitian – Keterbatasan akses penelitian masih menjadi kendala yang perlu mendapat perhatian lebih.
- Kolaborasi Internasional – Perguruan tinggi perlu memanfaatkan teknologi digital untuk membangun kerja sama internasional tanpa harus melakukan mobilitas fisik.
Dalam kesempatan ini, Dirjen Bimas Hindu juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Kementerian Agama terkait pembukaan kembali pendaftaran beasiswa LPDP bagi dosen perguruan tinggi keagamaan pada tahun 2025. Diharapkan, kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh para dosen IAHN Gde Pudja Mataram untuk meningkatkan kualifikasi akademik mereka.
Rektor IAHN Gde Pudja Mataram menutup perayaan Dies Natalis ke-24 dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membangun institut ini. Beliau berharap peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan prestasi akademik, serta berkontribusi dalam pembangunan sosial dan budaya berbasis kearifan lokal.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, IAHN Gde Pudja Mataram berkomitmen untuk terus berkembang dan menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, serta berperan aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas demi kemajuan bangsa dan negara.