NTB, (BIMAS HINDU) - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Prof. I Nengah Duija melakukan kunjungan kerja ke 3 lokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka menyapa, berdiskusi, dan memberikan arahan langsung kepada berbagai elemen masyarakat Hindu.
Kunjungan di 3 lokasi NTB tersebut dimulai dengan pertemuan bersama pengurus pasraman se-Pulau Lombok, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan kepada dosen dan pegawai IAHN Gde Pudja Mataram dan diakhiri dengan persembahyangan dan simakrama di Pura Penataran Agung Rinjani.
Di pertemuan dengan pengurus pasraman, Prof. Duija menegaskan pentingnya pasraman dalam menjaga peradaban Hindu Nusantara di seluruh Indonesia. “Pasraman mempunyai fungsi untuk menjaga peradaban Hindu Nusantara di seluruh Indonesia,” ucap Duija.
Selain itu, ia juga membahas kesejahteraan guru pasraman dan berencana untuk menganggarkan bantuan guna meningkatkan kompetensi para guru pasraman.
Dalam kesempatan itu, Kabid Bimas Hindu NTB, I Gde Suberata turut menyampaikan bahwa pasraman di NTB sudah memberikan manfaat besar bagi anak-anak Hindu di wilayah tersebut, dan saat ini pasraman mengikuti kurikulum merdeka yang merupakan kurikulum nasional.
Usai berdiskusi dengan pengurus pasraman, Prof. Duija melanjutkan agendanya dengan menyapa dosen dan ASN di lingkungan IAHN Gde Pudja Mataram. Dalam pertemuan ini, Prof. Duija menekankan pentingnya pembinaan ASN untuk memantapkan kedisiplinan dan etos kerja.
“Menteri Agama RI telah mencanangkan 5 (lima) Nilai Budaya Kerja ASN, di antaranya Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung jawab, dan Keteladanan. Lima nilai budaya kerja ini jangan dijadikan slogan semata, namun harus kita tanam dalam diri untuk dilaksanakan dan diterapkan,” jelas Dirjen Bimas Hindu.
Prof. Duija juga mendorong seluruh pejabat, dosen, dan staf pegawai di IAHN Gde Pudja Mataram untuk terus meningkatkan kemampuan serta kompetensi, mengikuti perkembangan teknologi, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Ia juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan penyusunan anggaran tahun 2025 di Bali dan menekankan pentingnya penyesuaian program-program dengan Renstra serta program pemerintah yang akan datang.
Di akhir kunjungannya, Prof. Duija menutupnya dengan persembahyangan bersama di Pura Penataran Agung Gunung Rinjani yang terletak di Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Dirjen Bimas Hindu berdiskusi dengan umat Hindu sekitar, mempererat silaturahmi, dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
"Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara pemerintah dan umat Hindu dalam menjaga dan mengembangkan peradaban Hindu di NTB," pungkasnya.