Tanamkan Jiwa Melayani Masyarakat, Ditjen Bimas Hindu Dorong Implementasi Core Value 'Berakhlak' bagi Pegawai

Tanamkan Jiwa Melayani Masyarakat, Ditjen Bimas Hindu Dorong Implementasi Core Value 'Berakhlak' bagi Pegawai

JAKARTA, (BIMAS HINDU) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama (Kemenag) RI mengadakan kegiatan orientasi Implementasi Core Value "Berakhlak" untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pegawai Ditjen Bimas Hindu dan menanamkan jiwa melayani masyarakat.

Acara tersebut diselenggarakan di Gedung Auditorium Kementerian Agama RI, Senin (22/7/2024) yang dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija, Direktur Urusan Agama Hindu I Gusti Made Sunartha, Direktur Pendidikan Hindu Trimo, Pembimas DKI Jakarta, Pembimas Banten serta para pegawai Ditjen Bimas Hindu.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Bimas Hindu menekankan pentingnya transformasi Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai ekspektasi Presiden.

"ASN bukan pejabat yang minta dilayani, yang bergaya seperti pejabat kolonial dulu. ASN harus memiliki jiwa melayani untuk membantu masyarakat. ASN yang bertugas sebagai pegawai pusat maupun pegawai daerah harus mempunyai core values yang sama. Saat ini dunia menjadi serba hybrid, serba kolaboratif. Tidak boleh lagi ada ego, baik ego sektor, ego daerah, dan ego ilmu," ujar Prof. Duija di Jakarta, Senin (22/7/2024).

Dua narasumber utama dihadirkan dalam kegiatan ini, yaitu Motivator pendiri Motivasi Indonesia Hamry Gusman Zakaria dan Ayi Afriandi.

Di hadapan seluruh peserta di lingkungan Ditjen Bimas Hindu, para narasumber membahas berbagai aspek penting dari nilai inti "Berakhlak" yang berorientasi pada pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, keharmonisan, loyalitas, adaptabilitas, dan kolaborasi.

Narasumber menyampaikan bahwa "Berakhlak" sebagai nilai inti berorientasi pada pelayanan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ASN Nomor 5 Tahun 2014.

ASN sebagai profesi memiliki 3 fungsi utama: Pelaksana kebijakan publik, Pelayan publik, serta Perekat dan pemersatu bangsa. Beberapa perilaku berorientasi pelayanan yang dijelaskan meliputi memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, bersikap ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan, serta melakukan perbaikan terus-menerus.

Selain itu, aspek akuntabilitas juga menjadi fokus, dengan penekanan pada pelaksanaan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi. ASN diharapkan menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien, serta tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.

Kompetensi juga ditekankan sebagai salah satu nilai inti "Berakhlak", dengan empat variabel utama: Pengetahuan (knowledge), Keahlian (skill), Kemampuan (ability), dan Sikap (attitude). ASN diharapkan terus meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar, dan melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.

Nilai keharmonisan juga dibahas, dengan perilaku yang menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif.

" ASN diharapkan berlaku adil kepada setiap orang, menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, atasan, bawahan, dan stakeholder, serta membantu orang lain dengan responsif," katanya.

Loyalitas, adaptabilitas, dan kolaborasi juga menjadi bagian dari nilai inti "Berakhlak". ASN diharapkan berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan, terus berinovasi, dan bekerja sama secara terbuka untuk menghasilkan nilai tambah.

Melalui kegiatan orientasi ini, diharapkan para pegawai Ditjen Bimas Hindu dapat lebih memahami dan mengimplementasikan nilai inti "Berakhlak" dalam tugas sehari-hari, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan turut serta dalam membangun bangsa yang harmonis dan kompeten.


Berita Pusat LAINNYA