Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Ditjen Bimas Hindu Gelar Rakor Nusantara Hindu University Network 2024

Rapat Koordinasi (Rakor) Program Nusantara Hindu University Network (NUHUN) Tahun 2024.

DENPASAR, (BIMAS HINDU) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Nusantara Hindu University Network (NUHUN) Tahun 2024.

Rakor yang berlangsung tanggal 24-27 Oktober 2024 ini digelar untuk memaksimalkan program NUHUN yang ditujukan untuk dapat menjadi sarana perluasan akses pendidikan berkualitas di Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) dan mempermudah layanan pendidikan tinggi kepada umat Hindu di seluruh Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija, Direktur Pendidikan Hindu Trimo, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu I Made Pidada Manuba, para rektor dan ketua PTKH Hindu, para dosen dan OPT Data PTKH Hindu.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu menyampaikan hal yang menjadi pesan Menteri Agama terkait perguruan tinggi. "Menteri berharap tidak ada lagi sekolah tinggi,semua harus sudah berubah menjadi Universitas. Hal ini dikarenakan ajaran agama itu sifatnya adalah Universal sehingga tidak bisa diwadahi hanya dengan 1 kolam atau danau yaitu sekolah tinggi, namun haruslah seluas samudera yaitu universitas," kata Prof. Duija dalam rakor tersebut, Kamis (24/10/2024).

Selain itu, kata Dirjen Bimas Hindu, Menteri juga menyampaikan catatan lainnya mengenai kurikulum dalam seluruh satuan kerja (satker). Seluruh satker pendidikan dasar dan menengah (Dasmen) dan pendidikan tinggi harus diubah kurikulumnya atau menggunakan kurikulum yang menggunakan platform persfektif global.

"Pendidikan harus bisa dilaksanakan secara online menggunakan IT contohnya menggunakan teknologi Smart Classroom," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Duija menekankan bahwa perlu mengukur kinerja terkait transformasi perguruan tinggi, termasuk kesiapan sumber daya manusia (SDM) melalui kualifikasi pendidikannya.

"Kita belum pernah mentahapkan atau mengukur kinerja kita. Contoh misalkan ingin Institut menjadi Universitas,maka harusnya mengukur kesiapan SDM-nya dan kualifikasi  pendidikannya. Networkingnya kita tingkatkan dan sesuaikan dengan zaman, kurikulumnya diperbaiki agar bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, sehingga hal-hal seperti itu bisa terukur dengan baik," katanya.

Ia meminta harus ada laporan terukur apa yang dikerjakan oleh para pimpinan dan pejabat lainnya setiap minggu dengan menampilkan statistik atau data dengan efektif menyangkut anggaran, tahapan dan hasilnya dengan kemasan yang ringkas dan tidak berbelit-belit.

Sebelumnya, Dirjen Bimas Hindu telah melakukan rapat dengan para pimpinan mengenai hal-hal tersebut seperti pendataan mengenai jumlah program studi (prodi), berapa yang sudah terakreditasi unggul, sehingga by data dan aslinya tidaklah berbeda.

"Kami tegaskan, seorang pejabat itu haruslah produktif, efektif dan efesien. Ini dapat dilakukan dengan mengembangkan  SDM masing-masing PTKH dengan memberikan anggaran lebih pada program peningkatan kualifikasi pendidikan," tandasnya.

Prof. Duija mengatakan, program penganggaran kedepannya akan diubah sesuai dengan program presiden terpilih yakni mengembangkan dan meningkatkan fungsi Platform Digital. "Jadi    pembelajaran dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi haruslah sudah menggunakan pembelajaran yang berbasis platform digital," jelasnya.


Berita Pusat LAINNYA