BERITA

Pembinaan Pengurus Banjar, Pinandita dan Serati Banten di Pura Kertajaya Tangerang

Banten. Dirjen Bimas Hindu mengatakan para pandita, sarathi banten dan pengurus banjar harus bersinergi dalam mensukseskan kegiatan-kegiatan keagamaan dalam masyarakat Hindu, karena ketiganya, sesuai dengan fungsinya masing-masing, mempunyai peran yang unik dalam kegiatan-kegiatan keagamaan umat Hindu.


Pandita sebagai rohaniwan Hindu mempunyai fungsi sebagai pemimpin dan manggala upacara, kata Ketut Widnya ketika memberi pembinaan kepada Pinandita, Sarathi Banten dan Pengurus Banjar se Provinsi Banten, Senin pagi, 10 Oktober 2016. Sedangkan Sarathi Banten merupakan pemimpin umat yang khusus melaksanakan fungsi sebagai pelaksana dalam kegiatan upakara. Sementara masyarakat luas yang merupukan unsur banjar adalah pelaksana kegiatan keagamaan.


ketikanya ini harus bersinergi dalam mensukseskan kegiatan keagamaan Hindu, kata Ketut Widnya sambil menambahkan bahwa selain bersinergi, ketiganya juga dituntut bekerja secara professional, tulus dan iklhas.
Pada bagian lain, Ketut Widnya menekankan, pandita yang professional akan menjamin sukses pelaksanaan kegiatan keagamaan. Sehingga Pandita dituntut untuk selalu mempraktekkan ajaran-ajaran agama dalam hidup sehari-hari. Dari tiga kerangga dasar agama Hindu, yang penting adalah etika (susila) dibandingkan Tattwa dan Acara.


Susila dan jaran-ajaran Tantra memberi kerangka orientasi untuk mempraktekkan ajaran-ajaran Agama Hindu . Agama Hindu adalah agama Praktek, yaitu praktek yang bermetode, dan praktek yang bermetode menentukan pengalaman keagamaan. Kalau agama tidak dipraktekkan, maka agama tidak akan memberi arti bagi pemeluknya, kata Ketut Widnya.


Pada zaman Kali yuga kebanyakan orang beragama malas mempraktekkan ajaran agama. Karena itu tidak ada kemujuran bagi pemeluk agama zaman kali. Kebanyakan mereka suka bertengkar dan menyebarkan isue-isue yang ntidak baik. Karena itu, kali yuga disebut sebagai lautan dosa. Karena itu kita harus memperbanyak dharma dan memperbanyak mempraktekkan ajaran agama, dengan begitu kita bisa menangkal buruknya zaman kali, kata Ketut Widnya.

.