BERITA

Ka Kankemenag Kab. Badung I Nyoman Arya S.Ag.M.Pd.H saat memaparkan pendalaman Sradha dan Bhakti Umat Hindu

Pintu Kemenag KAB. Badung Terbuka Lebar

Mangupura, 28 Nopember 2016, Seakan tidak pernah ada waktu luang bagi Ka Kankemenag. Kab Badung (I Nyoman Arya S.Ag.M.Pd.H) dalam memenuhi undangan/ melayani masyarakat di Kabupaten Badung dalam hal pencerahan kepada umat Hindu, sehingga masyarakat sangat menaruh harapan dan kepercayaan kepada Kementerian Agama Kab, Badung. Pada hari Minggu, 27 Nopember 2016, Ka, Kan kemenag. Kab.Badung di damping oleh PAH PNS dan PAH Non PNS melayani masyarakat di Br.Tegal Gundul, Desa Tibubeneng, Kec Kuta Utara guna meningkatkan Pendalaman Sradha Bhakti Umat Hindu. Hadir Kades Tibubeneng yang diwakili oleh Kaur.Kesra Desa Tibubeneng, Prajuru dan krama lanang istri Banjar Tegal Gundul berjumlah 152 orang. Kehadiran Kementerian Agama Kab.Badung, yang telah dikenal oleh masyarakat melalui PAH yang mewilayahi Kec.Kuta Utara (Ni Nengah Rasmiati) sehingga program Desa Tibubeneng telah bergandengan tangan dengan penyuluh sehingga diperhitungkan oleh aparat desa, sebagai bukti bahwa Ka.Kemenag. Badung dan penyuluh telah beberapa kali mengisi pencerahan pada masyarakat di wilayah Desa Tibubeneng yang terdiri dari tiga Desa Adat ( Padonan, Tandeg dan Brawa).

Dalam materi Ka.Kemenag.Kab.Badung menekankan : agama Hindu yang tertua diantara agama yang diakui di Indonesia adalah agama yang Sanatana Dharma dan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan jaman. Di era sekarang ini banyak terjadi pergeseran dalam pelaksanaan upacara, contoh : memasang penjor Galungan yang semestinya dipasang pada Penampahan Galungan namun tiga atau dua hari sebelum Galungan telah di pasang. Antara Tattwa, Etika dan Upacara tidak dapat berjalan sendiri, harus bersama dan tidak dapat dipisahkan. Dalam melaksanakan dan memahami Tattwa harus memahami Etika dan Upacara

Disamping itu pertanyaan dari masyarakat : Kami punya permasalahan, kami ingin bertanya tetapi kemana kami harus bertanya, bisakah kami bertanya ke Kankemenag.Kab. Badung?

Narasumber menjawab : Pintu Kemenag,Kab.Badung terbuka lebar untuk menerima masukan dan pelayanan kepada masyarakat, kapan saja. Selesai memaparkan materi, masyarakat langsung mendekat dengan narasumber yang telah dikenal melalui media televisi dan bangga dapat bertemu langsung Ka.Kemenag.Kab.Badung dan bahkan ada orang asing ( tourist) sebagai peserta merasa kagum dengan kehadiran Kemenag.Kab.Badung dan memohom agar terus dilanjutkan sehingga pemahaman umat Hindu lebih baik.( penyuluh ).
.