BERITA

Foto Rapat Koordinasi Bidang Urusan Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Propinsi Bali

Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Program Kerja yang Tertuang Dalam DIPA Tahun 2016

(Ura Hindu) Denpasar, 7 Desember 2016

Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali menyelenggarakan Rapat Koordinasi untuk yang terakhir kalinya di tahun 2016, tepatnya pada hari Selasa, 6 Desember 2016. Rapat dilaksanakan di Aula Wisma Sejahtera Kementerian Agama Propinsi Bali yang beralamat di Jalan Kahuripan Nomor 1 Denpasar. Kepala Seksi Urusan Agama Hindu, Koordinator Penyuluh dan Pengguna Aplikasi SINDU Seksi Urusan Agama Hindu dari masing-masing Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali beserta pegawai di jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali diundang untuk secara bersama-sama melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2016.

Sebelum acara dimulai, seluruh peserta melakukan Puja Tri Sandhya. Di awal acara, Kepala Seksi Sistem Informasi (I Wayan Santa Adnyana, S.Ag, M.Ag) menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya rapat koordinasi pada hari tersebut. Selanjutnya Beliau langsung mempersilakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag) yang sudah hadir di ruangan untuk memberikan kata sambutan sekaligus membuka serta memberi pengarahan terkait program kerja yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2016.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan/karyawati baik yang bertugas di Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali maupun Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atas kerja keras yang telah dilakukan sepanjang tahun 2016 karena telah melaksanakan seluruh program kerja yang tertuang dalam DIPA dengan baik. Guna memenuhi prinsip tertib administrasi, tertib pelaksanaan dan tertib pelaporan yang menjadi landasan di setiap pelaksanaan program kerja, Beliau mengharuskan agar hasil rekonsiliasi keuangan dan laporan keuangan bisa match (sesuai). Meskipun untuk saat ini serapan anggaran dan laporan keuangan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu merupakan yang tertinggi dan terbaik secara nasional, Beliau berharap agar kita tidak terlena dan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mempertahankan prestasi yang telah diraih.

Dalam kegiatan rapat koordinasi seperti ini, halangan-halangan yang pernah ditemui dan bahkan inovasi-inovasi yang pernah dilakukan dalam pelaksanaan program kerja sepanjang tahun 2016 agar didiskusikan secara detail sehingga bisa diketahui oleh seluruh rekan kerja di tingkat kanwil dan kabupaten/kota. Akan lebih baik lagi apabila dapat menampilkan laporan keuangan atau serapan anggaran tahun berjalan dalam bentuk angka. Dengan demikian penyempurnaan-penyempurnaan yang ingin dilakukan untuk tahun anggaran 2017 dapat dibahas secara bersama-sama. Untuk strategi perencanaan tahun 2017, Beliau berharap penyusunan program kerjanya dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya karena dalam penilaian LAKIP, perencanaan memiliki skor penilaian yang cukup besar yaitu sebesar 20%.

Sebelum mengakhiri sambutan dan arahan, Beliau memberikan sedikit pembekalan agama dan berpesan agar seluruh karyawan/karyawati di seluruh jajaran Kementerian Agama Propinsi Bali dapat menjaga harmonisasi dalam bekerja. Jangan sampai ada konflik antar karyawan/karyawati. Jadikan lima budaya kerja Kementerian Agama sebagai pedoman dasar dalam bekerja. Integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan.

Setelah dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan yang disampaikan oleh Plt. Kepala Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (I Gusti Ketut Mudiana, S.Ag, M.Ag). Dalam arahannya, Beliau menghimbau agar kita dapat melaksanakan apa yang telah digariskan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali sebelumnya. Beliau juga mengingatkan bahwa meskipun secara nasional anggaran untuk tahun 2017 menurun karena rencananya akan digunakan untuk agenda kegiatan nasional yaitu Utsawa Dharma Gita, semangat bekerja karyawan/karyawati harus tetap optimal baik dalam menyelesaikan administrasi perkantoran maupun dalam memberikan pelayanan kepada umat yang dalam hal ini khususnya kepada umat Hindu.

Beliau didampingi oleh Kepala Seksi Sistem Informasi dan Kepala Seksi Penyuluhan (Drs. Ida Bagus Nyoman Nyana, M.Fil.H) juga membahas data keagamaan Hindu serta rekrutmen penyuluh Agama Hindu non PNS. Terkait data keagamaan Hindu, setelah dilakukan pemaparan data yang telah dihimpun sebelumnya, disepakati bahwa pencarian data keagamaan Hindu yang valid dapat disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah, apakah dicari di kantor perbekel atau di kantor kepala dusun. Yang terpenting, data keagamaan Hindu yang diperoleh nantinya berasal dari sumber yang pasti serta dapat dipertanggungjawabkan. Data keagamaan Hindu harus sudah terhimpun seluruhnya di Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali pada bulan April 2017 untuk dapat diolah sebelum nantinya menjadi informasi yang layak untuk ditampilkan kepada publik dan digunakan untuk pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang membutuhkan informasi tersebut. Sedangkan terkait rekrutmen penyuluh Agama Hindu non PNS, diharapkan proses rekrutmen ini harus sudah selesai dilakukan pada Bulan Desember 2016. Apabila terdapat regulasi baru mengenai pembayaran tunjangan dan laporan yang harus dipertanggungjawabkan agar bisa dipatuhi dan segera diterapkan dengan baik dan benar. Di bagian akhir dari kegiatan rapat koordinasi ini, dilakukan penajaman-penajaman terkait program kerja yang akan dilakukan sepanjang tahun anggaran 2017. (ts)
.