BERITA

Pembimas Hindu bersama , Ketua PHDI, Anggota DPRD dan Panitia Nyepi Karanganyar Menanam Pohon

Penanaman Pohon Sebagai Implementasi Umat Hindu pada Ajaran Tri Hita Karana

Semarang 19 Maret 2017, Panitia hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939-2017 Masehi Kabupaten Karanganyar, PHDI Karanganyar, Anggota DPRD Karanganyar dan Pembimas Hindu Jawa Tengah Melaksanakan kegiatan menyambut Hari Raya Nyepi dengan Penananam Pohon di daerah lereng Gunung Lawu. Penanaman pohon penghijuan yang didukung oleh pembenihan Perhutani yang dijembatani oleh Pembibitan dan benih Kromo Wiryo Kemuning, menurut ketua panitia Nyepi Pardi penghijaun ini menanam sekitar seribu pohon dengan berbagai varian bibit pohon diantaranya, pohon beringin, salam, nangka, dan albasiah. Kegiatan ini sangat membantu untuk kembali hijaunya wilayah gunung lawu yang dua tahun lalu terbakar dan belum dapat kembali puluh dengan adanya penghijuanan kembali/penenam pohon oleh panitia Nyepi ini semoga dapat menjadi contoh untuk gerakan berikutnya dari lembaga yang lain, Jelas Kromo Wiryo.

Wayuningsih selaku anggota DPRD Kabupaten Karnganyar kegiatan ini sangat positif sebagai bagian dari pelaksanana hari raya Nyepi karena kita akan memberikan keasrian alam dan membrikan nilai positif pemanasan global agar bisa berkurang serta masyarakat akan lebih sadar dengan menjaga lingkungan hutan gunung lawu. Sesunguhnya dulu tidak ada apa-apa untuk itu KU ciptakan alam semesta dan isinya, dengan adanya alam dan isinya untuk dijaga dan menjadi kesejateraan di alam semesta, pepatah simabah yang disempaikan oleh Ketua PHDI Widadi Nurwiyoko, S.Sos, lebih lanjut ia menyampaiakan agar semua umat Hindu memahami ajaran tersebut dan menjadi tauladan diri sendiri dan masyarakat pada umumnya agar semua damai di dunia ini.

Sesuai dengan tema hari raya Nyepi tahun Ini Jadikan Catur Brata Penyepian Memperkuat Toleransi Kebhinekaan Berbangsa Dan Bernegara Demi Keutuhan NKRI. Makna yang terkandung didalamnya mengajak kita untuk tidak saling menyalahkan dan menjelekan sama halnya dengan hutan kalo ditebangi satu persatu maka akan gundul dan terjadi longsor, demikian dengan bangsa ini kalo tidak bisa saling menjaga maka akan hancur tercerai berai untuk itu dengan penanaman pohon penghijauan ini kita maknai sebagai landasan yang baik untuk diri kita masing-masing dalam mewujudkan persatuan dan toleransi yang kita yakini bersama sebagai bentuk kesepahaman dalam membagun bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI. Jadi mari kita jaga alam dan bangsa ini dengan selalu mengedapankan nilai moral untuk kemajuan bangsa. Jelas I Dewa Made Artayasa. *Wahonogol*
.