BERITA

Umat Hindu OKU Timur Laksanakan Melasti

OKU TIMUR-HUMAS Umat Hindu Kabupaten OKU Timur pada 21 Maret lalu mengadakan upacara Melasti atau yang disebut dengan Melis maupun Mekiis yang merupakan rangkaian acara dalam peringatan Hari Raya Nyepi. Melasti dilaksanakan didesa Nusa Bali Kecamatan Belitang III ini dihadiri oleh umat Hindu se-Kabupaten OKU Timur.

Umat Hindhu beramai-ramai menuju sungai untuk melakukan pembersihan atau penyucian. I Wayan Sumitra penyelenggara Hindu menjelaskan mengenai upacara Melasti setelah berlangsungnya upacara tersebut. Dalam penjelasannya Melasti yang jatuh pada Triyodasa Kresnapaksa Sasih IX (kesanga) atau pada panglong 13 Sasih Kesanga merupakan hari yang baik untuk Melasti. Umat hindu sangat antusias melaksanakan Melasti tersebut. Ia melanjutkan Melasti juga dimaksudkan untuk mengadakan pembersihan atau penyucian segala sarana dan prasarana perangkat alat-alat yang digunakan untuk persembahyangan.

Melis ini biasanya dilakukan di laut atau pada sumber air yang lain sesuai dengan desa, kala dan patra umat masing-masing, dengan tujuan memohon thirta amertha (air kehidupan) dan tirtha pembersihan kehadapan Hyang Widhi Wasa (Tuhan Maha Kuasa) setelah melaksanakan Melasti, Sang Hyang Widhi dan para dewata dimohon untuk berstahana di Pura atau Bale Agung yang secara simbolis dengan menstahanakan arca, Pratima, Nyasa atau Pralingga-Nya. Acara berstahana yang disebut dengan Nyejer ini berlangsung sampai selesai acara Bhuta Yadnya, sehari menjelang hari raya Nyepi pada sore hari.

Selama acara Nyejer tersebut umat hindu wajib mempersembahkan puja bahakti, sesajen atau persembahan yang disebut Prani, sebagai simbol memohon kesejahteraan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Pada saat itu pula umat memohon Thirta Amerta, air suci kehidupan untuk kesejahteraan dirinya, semua makhluk (sarwaprani) dan alam semesta (bhuana agung). Acara Nyejer juga mengandung peermohonan umat untuk menyaksikan upacara Bhuta Yadnya yang dilakukan dengan tulus ikhlas oleh umatnya. (miftach)
.