BERITA

Tri Handoko Seto : Jadilah Orang yang Mau Mencari Tahu Bukan Ttidak Mau Tahu!

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Tri Handoko Seto Rabu Sore ( 28/04) menutup secara resmi Rapat Kerja Pejabat Pusat, Daerah dan PTKHN Ditjen Bimas Hindu di Auditorium HM. Rajidi Gedung Kementerian Agama RI. 

Meski berhasil merumuskan sinergitas program prioritas Ditjen Bimas Hindu, Tri Handoko Seto masih mengantongi sejumlah catatan yang harus menjadi perhatian peserta rapat kerja. Seleksi penerimaan guru Agama Hindu yang berstatus PPPK, roadmap riset perguruan tinggi, penerbitan prodi umum pada PTKH, serta permasalahan dosen Agama Hindu pada perguruan tinggi umum menjadi sejumlah catatan yang disampaikan Tri Handoko Seto dalam pidato penutupan. Catatan-catatan tersebut menurut Tri Handoko Seto dapat diselesaikan secara cepat dengan mengubah sistem dan budaya kerja di kapal besar Ditjen Bimas Hindu.

“Kita ini, baik di pusat, daerah maupun PTKH, harus membiasakan diri untuk mengubah sistem dan budaya kerja kita, kita harus membiasakan diri menjadi people yang mau mencari tahu bukan tidak mau tahu. walaupun ada Knowledge manajemen sistem, kemarin pak prof Eko Prasojo menegaskan bahwa persoalannya 70 persen itu adalah di people and culture, ini yang harus kita latih juga, kalau tidak kita buat knowledge manajemen sistem sebagus apapun kemudian tidak ada yang ngisi, tidak ada yang melaporkan, tidak ada yang melihat tidak ada yang mau tahu temannya melakukan apa, PTKH sana melakukan apa, ya percuma juga. Artinya people And culture tetap harus menjadi perhatian kita sebagus apapun sistem yang kita buat, apalagi kita belum memiliki sistem yang bagus, ini saya kira adalah persoalan yang harus kita diselesaikan” kata Tri Handoko Seto.

Selain itu Dirjen Bimas Hindu juga terus mengingatkan untuk terus menjaga komunikasi antar pejabat pusat, daerah dan PTKH. Tri Handoko Seto mengambil perumpamaan sebuah kapal besar yang ingin berlayar untuk menuju pulau yang sama, oleh karena itu harus saling menjaga komunikasi karena semua memiliki kontrol terhadap kemudi maka harapannya seluruh kemudi yang dimiliki harus mengarah pada tujuan yang sama.  

Rapat Kerja dengan tema Kolaborasi dan Sinergi Menuju Percepatan Transformasi Layanan  berlangsung selama 3 hari. Seluruh rumusan hasil sidang komisi terkait dengan akselerasi layanan Ditjen Bimas Hindu, peningkatan mutu dan tata kelola Pendidikan Hindu serta peningkatan mutu dan penyelenggaraan program studi pada Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKHN) sudah dapat diselesaikan Rabu siang sehingga penutupan rapat kerja dilakukan tepat waktu. 

.