BERITA

Tri Handoko Seto : Sebagai Tempat Ibadah Merupakan Jalan Tengah (Moderasi) antara Pelestarian dan Pemanfaatan Pariwisata Candi Prambanan.

Jawa Tengah - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Tri Handoko Seto hadiri Dialog Tokoh Agama, Cendikiawan, dan Tokoh Masyarakat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 dengan tema Penguatan Moderasi Beragama dalam memuliakan Candi Prambanan di Pendopo Museum Candi Prambanan Senin (147) 

Tri Handoko Seto dalam sambutan dan arahannya mengucapkan terima kasih atas semangat untuk bersama sama meningkatkan moderasi beragama. Menurut Direktur Jenderal asal Banyuwangi tersebut, penguatan moderasi beragama menjadi agenda Sentral Kementerian Agama RI karena tanpa moderasi beragama yang baik seluruh kegiatan pembangunan nasional yang akan dilaksanakan menjadi sia sia, Seto mengharapkan  tugas mandatory Menteri Agama harus kita di dukung bersama. 

Terkait dengan keberadaan candi-candi yang ada di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Undang-Undang Cagar budaya mengamanatkan bahwa candi ini bisa dimanfaatkan untuk banyak kepentingan sehingga Tri Handoko Seto mengharapkan peninggalan nenek moyang atau leluhur bangsa ini harus dapat diambil semangatnya seperti apa yang disampaikan Bung Karno. 

Kalau Bung Karno bilang harus kita ambil apinya, jangan ambil abunya. Kita ambil api semangat itu untuk bersama sama membangun bangsa. Kalau kita melihat seluruh candi yang ada, kita akan mengingat kembali sejarah bagaimana, untuk apa candi dibuat, tentu dengan segala  situasi sosial ekonomi politik pada saat itu kita harus mengambil semangat baik. Lalu di sana juga memberikan kita nilai nilai tentang kerja keras walaupun banyak yang mengatakan bahwa candi itu semalam dibuat namun sesungguhnya itu bertahun tahun melibatkan sekian banyak resources dengan manajemen pembangunan yang luar biasa Tegas Tri Handoko Seto

Tri Handoko Seto juga sempat menyinggung terkait dengan rencana pemanfaatan Candi Prambanan sebagai tempat Ibadah umat Hindu di Nusantara dan Dunia yan dimungkinakan oleh  Undang-Undang Cagar budaya yang mengamanatkan bahwa candi ini juga bisa digunakan untuk pemanfaatan pelaksanaan kegiatan kegiatan keagamaan. Candi Prambanan sebagai tempat ibadah akan menjadi jalan tengah terhadap beberapa persoalan yang terjadi di Candi Prambanan. 

Kita tahu bahwa kita memiliki candi yang luar biasa. Dari sisi BPJP, Candi ini harus kita lestarikan tapi dari sisi TWC bagaimana candi menghasilkan wisata yang baik. Oleh karena itu kita dari kementerian agama atas arahan gus menteri diminta untuk membuat konsep dan dibimbing oleh Bapak Staf khusus menteri Gus Sofii ini kita terus mematangkan konsep kemanfaatan Candi Prambanan dan Borobudur agar ke depan kelestarian candi menemukan momentum yang baik bersama sama kita memiliki alasan kuat, konsep yang memulihkan candi di lain pihak bagaimana supaya bisa meningkatkan pariwisata’. Kata Tri Handoko Seto. 

Dialog Moderasi Beragama ini juga dihadiri Staf Khusus Menteri Agama RI, Abdul Haris Ma’mun. Dalam diskusinya dengan para tokoh, Gus Sofiie panggal akrab Abdul Haris Ma’mun menyatakan keberadaan candi-candi di jawa tengah dan daerah istimewa yogyakarta menunjukan bahwa moderasi beragama telah diajarkan oleh para leluhur atau nenek moyang bangsa Indonesia meski di tempat lain pada waktu itu sudah terjadi peperangan antar agama. 

Menurut Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor ini, Kerajaan yang berdiri di Indonesia dari zaman Mataram Kuno, Singosari sampai Majapahit itu adalah kerajaan kerajaan yang lebih banyak di dipimpin oleh raja Hindu tapi saat ini bangsa Indonesia bisa menyaksikan ada candi sangat luar biasa dan melebihi candi-candi Agama Hindu yaitu Borobudur.Kita bisa menarik kesimpulan bahwa memang moderasi beragama pada jaman nenek moyang kita sudah diajarkan dan itu sudah berlaku dimana tidak ada peperangan antar agama, tidak ada perselisihan antar agama, bagaimana membangun bangsa nusantara dengan baik dengan jejak kebudayaan dan jejak jejak sejarah yang begitu luar biasa nah artinya nenek moyang kita sudah mengajarkan itu Kata Abdul Haris Ma’mun. 

Dialog Tokoh Agama, Cendekiaan dan Tokoh Masyarakat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui Bimas Hindu. Dialog dihadiri langsung oleh Kakanwil Jateng Mustain Ahmad, Direktur Pengelolaan Wisata Candi Prambanan, Pembimas Hindu dan Tokoh Masyarakat sekitar Candi Prambanan.
.