Kabut Asap Pekat, IAHN Tampung Penyang Bagikan Masker dan Dorong Pencegahan Karhutla

IAHN Tampung Penyang bagikan masker saat kabut asap

Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Bimas Hindu) Kabut asap yang semakin pekat di Kota Palangka Raya mendorong Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya turun langsung membantu masyarakat. Civitas akademika membagikan masker gratis kepada pengguna jalan dan warga di sekitar kampus, Jumat (11/9/2026), sekaligus mengajak masyarakat memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembagian masker dilakukan di kawasan Jalan G. Obos X, terutama di depan kampus dan permukiman warga sekitar. Aksi tersebut diarahkan untuk membantu mengurangi risiko paparan kabut asap sekaligus mengingatkan masyarakat pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya Prof. Tiwi Etika, Ph.D. mengatakan kondisi kabut asap telah mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat. Karena itu, keterlibatan kampus tidak hanya diwujudkan melalui pemberian masker, tetapi juga edukasi kesehatan kepada warga.

“Masker memiliki peran yang sangat penting untuk melindungi kesehatan pernapasan, terutama saat kondisi kabut asap semakin pekat seperti sekarang,” ujar Tiwi Etika.

Aksi tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat kampus berdampak, yakni mendorong perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga hadir menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Selain respons jangka pendek melalui pembagian masker, Tiwi Etika mengajak masyarakat memberi perhatian pada upaya pencegahan karhutla agar kabut asap tidak terus berulang. Pencegahan, menurut Tiwi, dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk dengan menjaga dan mengelola lahan yang belum dimanfaatkan.

Salah satu langkah yang didorong ialah mengoptimalkan lahan kosong di kawasan perkotaan menjadi ruang produktif, seperti kebun atau kolam ikan. Pemanfaatan tersebut dinilai dapat mengurangi keberadaan lahan telantar sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap lahan-lahan kosong di dalam kota dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pemilik atau warga sekitar, misalnya diubah menjadi kebun produktif, kolam ikan, atau peruntukan lain yang bermanfaat. Langkah ini efektif mencegah lahan telantar yang memicu kebakaran,” kata Tiwi Etika.

Melalui aksi tersebut, IAHN Tampung Penyang Palangka Raya menempatkan penanganan kabut asap dalam dua langkah sekaligus: melindungi masyarakat dari paparan saat ini dan membangun kesadaran pencegahan karhutla untuk jangka panjang. Kehadiran kampus di tengah masyarakat diharapkan turut memperkuat kepedulian bersama terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Kontributor : I Kadek Agus Y


Berita Daerah LAINNYA