Banyumas, Jawa Tengah (Bimas Hindu) Menjaga lingkungan pura tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih. Civitas akademika STAHN Jawa Dwipa menanam tiga pohon kelapa dan melepas 10 ekor burung di kawasan Pura Pedaleman Giri Kendeng, Desa Klinting, Kabupaten Banyumas, Jumat (11/9/2026), sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut diikuti 24 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa STAHN Jawa Dwipa. Rangkaian kegiatan diawali dengan membersihkan lingkungan pura, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan satwa dan penanaman pohon.
Penanaman tiga pohon kelapa memiliki nilai tersendiri bagi umat Hindu. Selain membantu menjaga keasrian lingkungan pura, kelapa merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai sarana keagamaan Hindu sehingga keberadaannya di sekitar pura dapat memberi manfaat dalam jangka panjang.
Kepala Desa Klinting Sudir mengapresiasi pemilihan pohon kelapa dalam kegiatan tersebut. Menurut Sudir, penanaman pohon tidak hanya berkaitan dengan penghijauan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan umat Hindu di sekitar pura.
“Saya sangat senang dengan gerakan kebersihan pura untuk menjaga keasrian pura dan gerakan penanaman pohon di lingkungan pura, apalagi pohon kelapa. Saya tahu umat Hindu menggunakan kelapa sebagai sarana sembahyang. Pohon kelapa ini sangat bermanfaat dan memberikan berkah bagi anak cucu kita nanti,” ujar Sudir.
Selain penanaman pohon, pelepasan 10 ekor burung menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kehidupan dan kelestarian satwa. Aksi tersebut melengkapi gerakan kebersihan pura dengan langkah nyata yang menyentuh lingkungan secara lebih luas.
Melalui kegiatan ini, lingkungan pura ditempatkan tidak hanya sebagai ruang suci untuk persembahyangan, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan tanggung jawab terhadap alam. Kebersihan, penghijauan, dan kepedulian terhadap satwa menjadi satu rangkaian tindakan yang saling melengkapi.
Pengabdian di Pura Pedaleman Giri Kendeng juga menjadi bagian dari upaya STAHN Jawa Dwipa untuk hadir lebih dekat dengan umat Hindu di Jawa. Sebagai perguruan tinggi Hindu negeri, kampus tersebut mendorong kegiatan pengabdian yang tidak berhenti pada aktivitas akademik, tetapi memberi manfaat langsung bagi umat dan lingkungan.
Dari tiga pohon kelapa yang ditanam hingga 10 burung yang dilepas, kegiatan ini membawa pesan sederhana bahwa kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari lingkungan tempat suci dan diteruskan sebagai kebiasaan bersama.
Kontributor : Toto Margiyono