Satyam Siwam Sundaram Tak Berhenti di Wacana, Mahasiswa STAHN Jawa Dwipa Ajak Jaga Kebersihan Pura

Mahasiswa STAHN Jawa Dwipa sampaikan Dharma Wacana

Klaten, Jawa Tengah (Bimas Hindu)  Nilai Satyam, Siwam, Sundaram tidak hanya perlu dipahami sebagai konsep keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam menjaga lingkungan. Pesan tersebut disampaikan mahasiswa STAHN Jawa Dwipa dalam Dharma Wacana pada persembahyangan rutin civitas akademika di Pura Widya Dharma, Kamis (10/9/2026).

Dharma Wacana disampaikan Dian Ayu Purnaminingsih, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu, dengan tema “Mewujudkan Nilai Satyam Siwam Sundaram dengan Menjaga Kelestarian Alam.” Melalui materi tersebut, mahasiswa diajak melihat keterkaitan antara ajaran Hindu dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dian menjelaskan, Satyam mengandung nilai kebenaran, Siwam mencerminkan kesucian, sedangkan Sundaram bermakna keindahan. Ketiga nilai tersebut dapat diterapkan melalui perilaku yang benar dan bertanggung jawab, termasuk dalam memperlakukan lingkungan sekitar.

Penerapannya dapat dimulai dari hal yang sangat dekat dengan aktivitas keagamaan. Di lingkungan pura, misalnya, umat dapat menjaga kebersihan dengan menempatkan sisa bunga, kwangen, maupun dupa pada tempat yang telah disediakan.

“Menjaga kelestarian alam merupakan langkah nyata dalam mewujudkan nilai Satyam Siwam Sundaram sehingga tercipta kehidupan yang harmonis. Begitu pula di pura, hal yang paling mudah kita lakukan adalah menaruh sisa bunga, kwangen atau dupa di tempat yang sudah disediakan sehingga suasana pura pun akan terlihat asri,” ujar Dian.

Pesan tersebut menempatkan kebersihan pura bukan sekadar persoalan estetika. Menjaga ruang suci tetap bersih menjadi bagian dari penerapan nilai keagamaan sekaligus bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dharma Wacana di Pura Widya Dharma juga menunjukkan bahwa pendidikan agama dapat menjadi ruang untuk membicarakan persoalan ekologis secara konkret. Nilai spiritual tidak berhenti pada persembahyangan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebiasaan yang menjaga keharmonisan antara manusia dan alam.

Melalui keterlibatan mahasiswa dalam menyampaikan pesan Dharma, generasi muda Hindu turut mengambil peran dalam membangun kesadaran lingkungan. Dari kebiasaan sederhana seperti membuang sisa sarana persembahyangan pada tempatnya, Satyam Siwam Sundaram dapat hadir sebagai perilaku nyata dalam menjaga kesucian, keindahan, dan kelestarian lingkungan pura.

Kontributor : Toto Margiyono


Berita Daerah LAINNYA