Sragen (Bimas Hindu) — Dalam upaya memastikan terpenuhinya hak pendidikan keagamaan bagi setiap anak, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Eko Pujianto, secara khusus menyoroti peran vital Guru Agama Hindu. Hal ini ditegaskannya saat memimpin kegiatan Pembinaan dan Koordinasi bersama Tokoh Umat di Pura Jagadpati, Kabupaten Sragen, pada Jumat (31/7/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh para Guru Agama Hindu se-Kabupaten Sragen, beserta jajaran pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), pengempon pura, serta para tokoh umat. Pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi untuk memperkuat kualitas pelayanan umat di daerah tersebut.
Dalam arahannya, Eko Pujianto meminta para pendidik untuk proaktif, berdedikasi tinggi, dan terus berinovasi. Menurutnya, Guru Agama Hindu adalah garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga komunikasi yang intensif dengan siswa, orang tua, maupun lingkungan sangat diperlukan agar tidak ada siswa Hindu di Sragen yang luput dari bimbingan agama.
"Semua elemen Hindu harus bersinergi, dan peran pendidik kita sangatlah krusial. Saya minta agar Guru Agama Hindu melayani semampunya dan terus membangun komunikasi lintas sektor, sehingga seluruh siswa Hindu di Kabupaten Sragen dapat terlayani hak-hak pendidikannya dengan sangat baik," tegas Eko Pujianto.
Selain memfokuskan pada ekosistem pendidikan, Pembimas Hindu juga berpesan kepada ekosistem pendukung lingkungan siswa, yakni para pemangku dan pengurus kelembagaan. Eko mengingatkan agar umat tidak terjebak pada pergesekan teknis mengenai perbedaan banten atau sesaji dalam pelaksanaan upacara. Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah niat dan ketulusan hati (bakti), serta memandang perbedaan tradisi sebagai kekayaan budaya yang melengkapi.
Lebih lanjut, ia mendorong komunikasi dan gotong royong yang kuat dalam menyelesaikan urusan keumatan lainnya, seperti percepatan proses administrasi dan legalitas tanah pura, agar umat dan para siswa memiliki tempat ibadah yang aman dan nyaman.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan terbangun komitmen kolektif yang kuat. Guru Agama Hindu diharapkan mampu terus bersinergi dengan pemerintah, organisasi keagamaan, dan tokoh umat guna mencetak generasi Hindu yang cerdas, moderat, dan berakar kuat pada nilai-nilai Dharma di wilayah Kabupaten Sragen.
Kontributor: Gayatri Sindi Mahesti, S.Pd