Bukan Sekadar Pembinaan, Penyuluh Hindu Karanganyar Dongkrak Ekonomi Atlet Disabilitas Lewat Ekoteologi

Sugiyatmo, purna-atlet paralimpik disabilitas di Dukuh Noyu

Karanganyar (Bimas Hindu) — Tangannya yang tak lagi semuda dulu cermat memegangi bibit pepaya unggul yang siap ditanam di pekarangan rumahnya. Sugiyatmo, purna-atlet paralimpik disabilitas di Dukuh Noyu, Desa Jenawi, kini menatap masa depan ekonominya dengan optimisme baru setelah menerima bantuan 25 bibit pohon produktif dan permodalan ternak dari Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar pada Selasa (22/9/2026).

Aksi nyata ini menandai pergeseran paradigma pelayanan keagamaan dari sekadar penyuluhan normatif menuju penanganan langsung kebutuhan ekonomi umat di tingkat akar rumput. Langkah tersebut meretas keterbatasan Sugiyatmo yang tak lagi memiliki penghasilan tetap setelah mengakhiri masa baktinya mengharumkan nama bangsa di kancah Paralimpik internasional.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Karanganyar, Endang Priti Saraswati, menjelaskan bahwa intervensi ekonomi diberikan secara bertahap dan berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan jangka panjang oleh keluarga penerima.

"Kami memetakan kebutuhan riil Bapak Sugiyatmo. Hasil panen dari 25 bibit pepaya produktif ini diproyeksikan menjadi penopang harian ekonomi keluarga, melengkapi modal usaha ternak kambing yang sudah kami serahkan beberapa bulan lalu dan saat ini berkembang dengan baik," papar Endang.

Sejalan dengan hal tersebut, Penyuluh Agama Hindu I Nengah Surata menekankan bahwa pembagian bibit tanaman produktif ini merupakan wujud konkret pilar Ekoteologi yang diusung Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama.

"Program Ekoteologi mengawinkan kelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan umat. Kami ingin membuktikan bahwa merawat alam (palemahan) dapat menghasilkan dampak ekonomi langsung bagi keluarga rentan," terang Nengah.

Bantuan tersebut disambut haru oleh Sugiyatmo. Mantan atlet paralimpik ini mengapresiasi kehadiran para penyuluh yang tanggap terhadap kesulitan hidup masyarakat disabilitas di pelosok desa.

"Saya sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan bibit serta ternak ini. Semua akan saya rawat dengan maksimal agar hasilnya bisa membantu perekonomian keluarga," kata Sugiyatmo.

Pendekatan partisipatif ini selaras dengan arahan Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Eko Pujianto, untuk mengubah pola pembinaan menjadi pelayanan yang solutif bagi kebutuhan umat. Langkah ini sekaligus mendukung Asta Cita Presiden dalam memperkuat perlindungan sosial dan kemandirian ekonomi kelompok disabilitas, serta merealisasikan Asta Protas Kementerian Agama untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, berdampak, dan berkeadilan sosial.

 

Kontributor: Endang Priti Saraswati, S.Pd.H.


Berita Daerah LAINNYA