Realisasikan Asta Protas Kemenag, RBKS Klungkung Siapkan Pasangan Muda Berkarakter Dharma dan Sadar Lingkungan

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung mengoptimalkan fungsi Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) dengan memberikan pembinaan holistik bagi calon pengantin (catin)

Klungkung (Bimas Hindu) — Membangun mahligai rumah tangga yang kokoh membutuhkan kesiapan yang melampaui seremoni pernikahan. Menjawab kebutuhan tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung mengoptimalkan fungsi Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) dengan memberikan pembinaan holistik bagi calon pengantin (catin), memadukan penguatan fondasi keagamaan inklusif dan aksi ketahanan pangan di Kantor PHDI Kecamatan Klungkung pada Selasa (22/9/2026).

Program pembinaan pra-nikah ini menekankan pemahaman utuh mengenai Tri Kerangka Dasar Agama Hindu meliputi Tattwa (filosofi), Susila (etika/perilaku), dan Upakara (ritual). Langkah edukasi terstruktur ini diberikan kepada para calon pengantin, termasuk warga binaan inklusif yang telah melalui prosesi Sudhiwadani, untuk memastikan ajaran agama dipahami secara mendalam dan diimplementasikan dalam kehidupan berkeluarga.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, I Nyoman Tirta Yasa, menjelaskan bahwa RBKS dirancang agar calon pasangan tidak sekadar menjalankan ritual, tetapi mampu meresapi makna filosofis di balik setiap ajaran.

Pendekatan kami di RBKS berfokus pada substansi. Dari segi Tattwa, peserta diajak memahami dasar filosofis persembahan; dari Susila, dibangun kesadaran etika berinteraksi dalam keluarga dan masyarakat; sedangkan Upakara menjadi wujud perbuatan nyata dari filosofi tersebut. Kami ingin keluarga baru lahir dengan pemahaman keagamaan yang utuh, sanubari yang damai, dan perilaku yang berlandaskan Dharma," papar Tirta Yasa."

Merespons pembinaan tersebut, Siti Nurmala, peserta asal Subang, Jawa Barat, yang kini mantap memeluk agama Hindu melalui prosesi Sudhiwadani, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan yang inklusif dan menyejukkan dari jajaran Kemenag.

"Rangkaian pembinaan ini memberikan pemahaman baru yang sangat berharga. Saya merasakan kedamaian mendalam setelah melalui prosesi Sudhiwadani dan mendapatkan bekal spiritual untuk melangkah ke jenjang pernikahan," tutur Siti.

Guna memperkuat dimensi sosial, rangkaian kegiatan RBKS ini dirangkaikan dengan penyerahan Bibit Cinta paket bibit tanaman pangan produktif untuk ditanam di pekarangan rumah pasangan baru. Langkah ini menjadi simbol bahwa rumah tangga, sebagaimana tanaman, membutuhkan pemeliharaan, kesabaran, dan kerja sama konsisten agar dapat tumbuh berbuah manis.

Terobosan terintegrasi di RBKS Klungkung ini menjadi manifestasi nyata dari pilar Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) dan Penguatan Ekoteologi dalam agenda Asta Protas Kementerian Agama. Pendekatan ini sekaligus mendukung Asta Cita Presiden dalam membangun ketahanan keluarga, memperkuat perlindungan sosial, serta mencetak generasi penerus yang berkarakter dan mandiri secara ekonomi dari tingkat akar rumput.


Berita Daerah LAINNYA