Dirjen Bimas Hindu Buka Mahasabha II Pokjaluh 2025, Tegaskan Penyuluh Sebagai Garda Terdepan Wajah Umat

Dirjen Bimas Hindu Buka Mahasabha II Pokjaluh 2025, Tegaskan Penyuluh Sebagai Garda Terdepan Wajah Umat

Denpasar (Bimas Hindu) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. I Nengah Duija, secara resmi membuka Mahasabha II Kelompok Kerja Penyuluh Agama Hindu Tahun 2025 yang berlangsung di Kampus 1 Balai Diklat Keagamaan Denpasar, pada 7 s.d 9 November 2025, Senin (07/11/2025).

Mahasabha II Pokjaluh 2025 merupakan forum strategis bagi para penyuluh agama Hindu se-Indonesia untuk memperkuat peran, sinergi, dan kapasitas dalam menjalankan tugas pelayanan umat. Kegiatan ini digelar secara hybrid, diikuti oleh 100 peserta luring dan 150 peserta daring, dengan total 250 peserta dari berbagai daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kasubdit Penyuluh, Ketua Umum Pokjaluh Nasional, serta para penyuluh agama Hindu dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Prof. I Nengah Duija menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja para penyuluh agama Hindu yang kini sudah dapat diukur secara terstruktur berdasarkan kelompok sasaran. Ia menekankan pentingnya memahami kebutuhan masyarakat Hindu yang jumlahnya mencapai sekitar 4,7 juta jiwa di Indonesia.

“Kebutuhan kelompok sasaran harus ditingkatkan dengan memahami peta persebaran dan kebutuhan umat Hindu di berbagai daerah. Penyuluh harus hadir, mendengar, dan menyapa masyarakat, bukan hanya duduk di kantor,” ujar Dirjen Bimas Hindu.

Dirjen menegaskan bahwa penyuluh merupakan garda terdepan wajah umat Hindu, sesuai dengan arahan Menteri Agama RI. Penyuluh, katanya, harus lebih aktif di tengah masyarakat, menjadi motor penggerak keharmonisan sosial dan penguatan nilai-nilai dharma.

Selain itu, Dirjen Bimas Hindu juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) penyuluh melalui jalur pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.

“Penyuluh harus terus meningkatkan kapasitasnya. Pendidikan adalah kunci untuk membentuk penyuluh yang adaptif, cerdas, dan berintegritas,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Hindu juga mengumumkan bahwa anggaran program Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) akan dialihkan untuk memperkuat Pokjaluh, guna memperbesar daya dukung terhadap program penyuluhan umat Hindu di berbagai daerah.

Ia juga menyerukan agar sinergi antara Pokjaluh dan kementerian/lembaga lain semakin diperkuat, khususnya dengan BKKBN dan instansi yang memiliki program searah dalam pembinaan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.

“Sinergi antarinstansi sangat penting agar program penyuluhan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan,” tegasnya.

Dirjen Bimas Hindu mengajak seluruh penyuluh untuk menjadikan Mahasabha II Pokjaluh sebagai momentum memperkuat soliditas, integritas, dan harmonisasi antarpenyuluh di seluruh Indonesia. Ia menyerukan penyelenggaraan kegiatan besar yang dapat memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian kepada umat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkokoh peran penyuluh sebagai pelayan umat dan penggerak keharmonisan sosial di tengah masyarakat Hindu Indonesia.


Berita Daerah LAINNYA