Kubu (Bimas Hindu) Kisah tradisional Bali I Siap Selem dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan nilai Tri Kaya Parisudha kepada anak-anak usia dini di Pratama Widyalaya Surya Bhakti Kumara, Kecamatan Kubu, Karangasem, Rabu (2/9/2026). Melalui metode mendongeng, ajaran tentang berpikir, berkata, dan berbuat baik dikenalkan dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak.
Pendekatan tersebut dipilih agar pembelajaran agama tidak berhenti pada hafalan konsep. Anak-anak diajak memahami Tri Kaya Parisudha melalui perilaku konkret dalam kehidupan sehari-hari, yakni Manacika atau berpikir yang baik, Wacika atau berkata sopan dan jujur, serta Kayika atau melakukan perbuatan baik kepada orang tua, guru, teman, dan lingkungan.
Penyuluh Agama Hindu Ida Bagus Maka mengatakan kisah I Siap Selem memiliki pesan moral yang mudah dikaitkan dengan ajaran tentang konsekuensi dari perbuatan baik maupun buruk.
“Kisah I Siap Selem sangat relevan untuk mengajarkan anak-anak tentang akibat dari perbuatan baik dan buruk. Daripada sekadar menghafal teori Tri Kaya Parisudha, melalui dongeng ini mereka langsung paham mengapa kita harus selalu melindungi sesama, berbicara jujur, dan berbuat baik di kehidupan sehari-hari,” ujar Ida Bagus Maka.
Melalui alur cerita dan karakter yang familiar, pesan keagamaan menjadi lebih mudah dipahami anak. Cara ini juga membuka ruang interaksi sehingga pembelajaran tidak berlangsung satu arah, tetapi mengajak siswa menghubungkan nilai-nilai Hindu dengan pengalaman yang mereka temui sehari-hari.
Pemanfaatan cerita tradisional sebagai media pendidikan sekaligus menunjukkan bahwa pembentukan karakter Hindu sejak dini dapat dilakukan dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Anak tidak hanya dikenalkan pada istilah keagamaan, tetapi juga diarahkan memahami bagaimana nilai tersebut diwujudkan dalam perilaku.
Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti cerita dan menyimak pesan moral dari tokoh-tokoh dalam I Siap Selem. Penanaman nilai agama sejak usia dini diharapkan menjadi fondasi bagi perkembangan mental dan spiritual anak.
Melalui pembelajaran yang edukatif dan humanis, Kemenag Karangasem mendorong terbentuknya generasi Hindu yang tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki karakter santun, peduli, bertanggung jawab, serta mampu menerapkan nilai Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari.