HUT Ke-1 Kodam XXIV Mandala Trikora, Prajurit Hindu Dikuatkan untuk Menjalankan Dharma Negara dan Agama

Perkuat bhakti, teguhkan pengabdian. Prajurit Hindu diajak menjalankan dharma agama dan dharma negara secara seimbang.

Merauke (Bimas Hindu) - Prajurit TNI yang beragama Hindu melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kodam XXIV Mandala Trikora di Pura Duta Dharma, SP 2 Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Senin (10/8/2026).

Persembahyangan dipimpin Jro Mangku Misno dan dihadiri Sekretaris PHDI Provinsi Papua Selatan Rudiantoro, S.Ag., serta Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kabupaten Merauke Agus Supomo, S.Ag. Kegiatan menjadi momentum bagi prajurit Hindu untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus memperkuat kehidupan spiritual dalam menjalankan tugas sebagai prajurit.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Supomo menyampaikan pesan Dharma mengenai pentingnya keseimbangan antara swadharmaning agama dan swadharmaning negara. Menurutnya, tugas sebagai prajurit merupakan bentuk pengabdian kepada negara yang perlu dijalankan sejalan dengan kewajiban umat dalam menjalankan ajaran agama.

“Sebagai seorang tentara laksanakan dharmaning negara dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk pengabdian kepada negara dan jangan lupa untuk menjalankan dharmaning agama sebagai bhakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” tutur Supomo.

Ia menjelaskan, dalam ajaran Hindu seorang ksatria memiliki swadharma atau kewajiban yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, menjalankan kewajiban sesuai dharma merupakan bagian dari kehormatan seorang ksatria.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi prajurit Hindu agar tugas kedinasan dan kehidupan keagamaan dapat berjalan beriringan. Pengabdian kepada negara tidak dipisahkan dari nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan moral dalam menjalankan tanggung jawab.

Supomo juga mengingatkan bahwa seorang ksatria tidak sepatutnya menghindari kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya. Keteguhan dalam menjalankan swadharma, kata dia, menjadi bagian penting dalam menjaga kehormatan diri serta menjalankan tugas secara bertanggung jawab.

Persembahyangan bersama tersebut berlangsung sebagai bagian dari peringatan satu tahun berdirinya Kodam XXIV Mandala Trikora. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi prajurit Hindu untuk memperkuat kebersamaan dan refleksi spiritual di tengah pelaksanaan tugas negara.

Di akhir pesan Dharmanya, Supomo mengajak seluruh prajurit untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban keagamaan dan pengabdian kepada negara.

“Swadharmaning agama dan swadharmaning negara harus berjalan seimbang, sehingga pengabdian kepada negara tetap memiliki landasan spiritual dan moral dalam kehidupan seorang prajurit.”

Persembahyangan tersebut menempatkan peringatan HUT ke-1 Kodam XXIV Mandala Trikora tidak hanya sebagai momentum institusional, tetapi juga sebagai kesempatan bagi prajurit Hindu untuk memperkuat nilai bhakti, tanggung jawab, dan pengabdian dalam menjalankan dharma masing-masing.

 

Kontributor : I Made Juni Saputra


Berita Daerah LAINNYA