Ambon (Bimas Hindu) — Pemerintah Provinsi Maluku memberikan dukungan penuh untuk memfasilitasi penyiapan Kontingen Utsawa Dharma Gita (UDG) XXI serta penguatan program keumatan Hindu di wilayah kepulauan. Kepastian tersebut ditegaskan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., saat menerima audiensi Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kemenag Maluku dan pengurus PHDI Provinsi Maluku di Ambon pada Senin (21/9/2026).
Gubernur mengarahkan jajaran pemerintah daerah untuk membuka ruang koordinasi lintas sektor guna memastikan kebutuhan pembinaan, latihan, hingga sarana kontingen terpenuhi secara terencana. Menurutnya, seluruh masyarakat Maluku dari berbagai latar belakang agama berhak mendapatkan perhatian dan porsi pembinaan yang setara dari negara.
"Pemerintah Provinsi Maluku memberikan perhatian yang sama untuk seluruh umat beragama. Kami mendukung penuh kepesertaan Kontingen Maluku dalam Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional di Palu. Persiapan peserta harus dikawal secara matang sejak prapemusatan latihan agar mereka mampu tampil maksimal dan membawa hasil terbaik bagi daerah," ujar Hendrik.
Gubernur menambahkan, pembinaan generasi muda melalui seni dan sastra agama menjadi instrumen krusial dalam memperkuat karakter SDM daerah. Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam membangun manusia Indonesia yang unggul, toleran, dan berdaya saing tinggi di seluruh kawasan Nusantara.
Dukungan langsung dari kepala daerah tersebut direspons Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Wayan Shantika, S.Kom., dengan memaparkan skema pelatihan teknis yang disiapkan Kemenag bersama PHDI. Pemusatan latihan ditargetkan menjangkau pemuda Hindu hingga ke daerah kepulauan untuk menggembleng penguasaan sloka, hafalan kidung keagamaan, serta penjiwaan teks suci menuju ajang nasional pada Juni 2027 mendatang.
"Dukungan Pemerintah Provinsi Maluku memberi kepastian bagi kami untuk menjalankan skema pembinaan yang terukur. Kami tidak sekadar memberangkatkan peserta, melainkan memastikan para pemuda ini dilatih secara intensif agar memiliki kedisiplinan dan kualitas pembacaan sastra yang mumpuni," tegas Wayan.
Ia menjelaskan, penguatan pembinaan keagamaan ini merupakan manifestasi Asta Protas Kementerian Agama dalam mewujudkan tata kelola pelayanan keagamaan yang inklusif serta memberdayakan potensi keumatan di daerah 3T dan kepulauan.
Selain mengawal penyiapan kontingen UDG, Gubernur Maluku juga menyetujui langkah-langkah strategis pengurus PHDI Provinsi Maluku periode 2026–2031 dalam menyelaraskan program keumatan dengan agenda pembangunan daerah. Gubernur meminta PHDI terus terlibat aktif dalam program penguatan ekonomi masyarakat serta merawat harmoni sosial di Maluku.
Pertemuan tersebut sekaligus mematangkan kesiapan delegasi Maluku yang akan membawa aspirasi penguatan ekonomi umat dan pelestarian kearifan lokal Hindu Nusantara pada ajang Mahasabha PHDI Pusat di Jakarta pada Oktober 2026 mendatang.
Kontributor: Dafet Waemese,S.H