Membentuk Generasi Hindu Berkarakter Melalui Pembelajaran Sanskerta, Sloka, dan Yoga di Pasraman Aditya Dharma

Bimbingan Bahasa Sanskerta, sloka, dan yoga kepada siswa-siswi Hindu di Pasraman Aditya Dharma

Lampung Tengah (BIMAS HINDU) — Upaya menanamkan nilai-nilai spiritual dan membangun karakter generasi muda Hindu terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan. Salah satunya dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, Luh Wayan Ratmaya, yang memberikan bimbingan Bahasa Sanskerta, sloka, dan yoga kepada siswa-siswi Hindu di Pasraman Aditya Dharma, Kampung Rama Gunawan, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh semangat tersebut diikuti oleh siswa pasraman dari berbagai jenjang usia. Pembelajaran difokuskan pada pengenalan Bahasa Sanskerta, pelafalan sloka tingkat anak-anak, serta praktik yoga yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta.

Dalam penyampaiannya, Luh Wayan Ratmaya menjelaskan bahwa Bahasa Sanskerta memiliki kedudukan penting dalam ajaran Hindu karena menjadi bahasa yang banyak digunakan dalam kitab suci, mantra, maupun sloka. Oleh karena itu, pengenalan Bahasa Sanskerta sejak dini dinilai penting untuk membantu anak-anak memahami ajaran agama Hindu secara lebih mendalam.

“Melalui pembelajaran Bahasa Sanskerta dan sloka, anak-anak tidak hanya belajar menghafal, tetapi juga mengenal nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ajaran Hindu. Ini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka,” ujarnya.

Selain belajar kosakata dasar Bahasa Sanskerta dan melafalkan sloka sederhana, para peserta juga mengikuti sesi yoga anak. Kegiatan yoga dilakukan melalui gerakan-gerakan sederhana yang bertujuan melatih konsentrasi, keseimbangan tubuh, kesehatan jasmani, serta ketenangan pikiran.

Menurut Ratmaya, yoga merupakan salah satu sarana pembentukan karakter yang efektif karena mengajarkan kedisiplinan, pengendalian diri, dan fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, anak-anak diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara fisik maupun mental.
“Sloka mengajarkan nilai moral dan spiritual, sementara yoga membantu menjaga kesehatan tubuh dan ketenangan pikiran. Keduanya menjadi bagian penting dalam membentuk generasi Hindu yang cerdas, sehat, dan berakhlak mulia,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti pelafalan sloka, belajar mengenal kosakata Sanskerta, serta mempraktikkan gerakan yoga dengan penuh keceriaan. Suasana pembelajaran yang interaktif membuat materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterima oleh anak-anak.

Melalui kegiatan bimbingan agama Hindu ini, diharapkan siswa-siswi Pasraman Aditya Dharma semakin mencintai ajaran agama Hindu, memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai spiritual, disiplin, dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi Hindu yang berkarakter, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dharma.


Berita Daerah LAINNYA