Menata Hari dengan Dharma, Lansia Rehabilitan Bangli Didorong Bangun Kedisiplinan Spiritual

Menata Hari dengan Dharma, Lansia Rehabilitan Bangli Didorong Bangun Kedisiplinan Spiritual

Bangli (Bimas Hindu) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli melalui Penyuluh Agama Hindu terus memperkuat layanan pembinaan keagamaan bagi kelompok rentan. Salah satunya melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang menyasar kelompok binaan rehabilitan lanjut usia (lansia) di RSJ Manah Shanti Mahottama, Bangli, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan mental dan spiritual bagi para rehabilitan lansia agar tetap memiliki semangat hidup, ketenangan batin, serta kedekatan dengan nilai-nilai keagamaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Mengangkat tema “Tiga Kewajiban Suci di Pagi Hari”, penyuluhan difokuskan pada pemahaman ajaran Hindu yang menekankan pentingnya membangun kesadaran spiritual sejak memulai aktivitas harian. Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Hindu mengulas makna ajaran yang tertuang dalam kutipan “Enjing-enjing adyus ta sira, majapa ta sira, mahoma ta sira”.

Ajaran tersebut mengandung pesan tentang tiga kewajiban utama yang patut dilaksanakan setiap pagi, yakni adyus atau menyucikan diri, majapa dengan melaksanakan doa dan japa, serta mahoma melalui persembahan suci sebagai ungkapan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Menurut penyuluh, ketiga praktik tersebut merupakan bentuk disiplin spiritual yang dapat membantu seseorang membangun pola hidup yang lebih teratur, tenang, dan penuh kesadaran.

“Nilai-nilai spiritual yang diterapkan secara konsisten mampu menjadi sumber kekuatan batin dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Karena itu, penting bagi umat untuk tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi interaktif yang memberi kesempatan kepada para rehabilitan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai praktik keagamaan yang dijalankan dalam keseharian mereka.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Suasana dialog yang hangat mencerminkan tingginya minat para rehabilitan untuk terus memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus menjadikan ajaran Hindu sebagai sumber motivasi dalam menjalani masa rehabilitasi.

Pembinaan keagamaan bagi lansia dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan mental dan kualitas hidup. Melalui penguatan aspek spiritual, para rehabilitan diharapkan mampu membangun ketenangan batin, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan optimisme dalam menjalani kehidupan.

Lebih dari sekadar kegiatan penyuluhan, pembinaan ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh aspek kemanusiaan secara menyeluruh, sehingga para lansia dapat menjalani masa rehabilitasi dengan lebih bermakna, produktif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur ajaran Hindu.

#Bimas Hindu #Penyuluh Hindu Bangli


Berita Daerah LAINNYA