Labuan Bajo (Bimas Hindu) — Nilai-nilai toleransi dan kepedulian terhadap kelestarian alam tidak hanya berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata oleh jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat. Pada Senin (3/8/2026), Penyuluh Agama Hindu, I Made Sujati, S.Ag., bersinergi lintas iman dengan Penyuluh Agama Katolik, Yohanes Subyarto, S.Fil., S.H., melaksanakan kegiatan perawatan tanaman di kawasan Pura Agung Giri Segara, Labuan Bajo.
Aksi kolaboratif ini dipusatkan di area Jaba Pura dan mencakup kegiatan penyiraman serta pemeliharaan sejumlah bibit tanaman produktif, di antaranya pohon matoa, kelapa, dan jambu biji.
Kegiatan penghijauan ini merupakan implementasi langsung dari program penguatan ekoteologi yang dicanangkan oleh Kemenag Manggarai Barat. Program ini bertujuan mengajak aparatur dan umat beragama untuk menempatkan pemeliharaan ekosistem alam semesta sebagai bagian tak terpisahkan dari pengabdian keagamaan.
Dalam sela-sela kegiatannya, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Manggarai Barat, I Made Sujati, menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan membutuhkan komitmen dan konsistensi jangka panjang. Menurutnya, euforia penanaman pohon sering kali tidak dibarengi dengan tanggung jawab merawatnya secara rutin.
"Tidak kalah penting, jangan hanya menanam saja. Perawatan secara berkesinambungan itulah yang sebenarnya paling krusial," tegas I Made Sujati.
Kolaborasi harmonis antara Penyuluh Agama Hindu dan Katolik dalam merawat tanaman di kawasan pura ini memberikan dampak ganda. Selain memastikan keasrian tempat ibadah dan menyumbang oksigen bagi bumi, kegiatan ini menjadi potret nyata praktik Moderasi Beragama di wilayah Manggarai Barat membuktikan bahwa kepedulian terhadap kelestarian lingkungan adalah bahasa universal yang menyatukan seluruh umat manusia.
Kontributor: Josefina Eldorin Liberty Beribe, S.Ak