Klungkung (Bimas Hindu) — Cara berpikir sering kali menentukan arah langkah seseorang. Oleh karena itu, membangun pola pikir yang positif dan berkarakter luhur menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Pesan inilah yang menjadi benang merah dalam pelaksanaan Program KARMA (Konseling Agama Remaja) yang diinisiasi oleh tim Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung di SMP Negeri 3 Banjarangkan, pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh 40 orang siswa yang terdiri dari perangkat kelas dan pengurus OSIS. Mengusung tema 'Taki Takining Sewaka Guna Widya', para siswa diajak untuk memahami bahwa ilmu pengetahuan hendaknya menjadi landasan utama dalam memberikan pelayanan dan pengabdian kepada sesama.
"Ilmu tidak hanya digunakan untuk mencapai keberhasilan pribadi, tetapi juga harus menjadi sarana untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujar Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Kadek Ita Yuliani dalam pemaparannya.
Lebih lanjut, Kadek Ita mendorong para peserta didik untuk menyeimbangkan ilmu yang didapat dengan sikap disiplin, rendah hati, dan bertanggung jawab. Penerapan nilai-nilai agama harus tercermin secara nyata, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab. Pendekatan ini memberikan ruang bagi para siswa untuk menceritakan berbagai pengalaman dan persoalan masa remaja yang mereka hadapi, sekaligus mendapatkan pandangan serta solusi konstruktif dari para penyuluh.
Program KARMA ini mendapatkan apresiasi positif dari pihak sekolah. Guru Agama Hindu SMP Negeri 3 Banjarangkan, Kadek Suciati, menilai program ini sangat dekat dan relevan dengan kebutuhan psikologis remaja saat ini.
“Kegiatan KARMA yang diberikan oleh Penyuluh Agama Hindu sangat bermanfaat. Selain memberikan penguatan susila dan nilai-nilai keagamaan, para penyuluh juga membuka ruang konseling sehingga siswa memiliki tempat yang aman untuk berbagi terkait permasalahan pribadi maupun problema di sekolah. Ke depan, kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan,” ungkap Kadek Suciati.
Pelaksanaan Program KARMA ini merupakan wujud nyata dari kehadiran Kementerian Agama dalam membangun generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan berlandaskan nilai agama.
Upaya ini sangat sejalan dengan visi "Asta Protas" Kementerian Agama RI yang digagas oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, khususnya pada poin Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah dan Terintegrasi melalui pembentukan karakter dan penguatan mental. Program ini juga menjadi bentuk nyata implementasi "Layanan Keagamaan Berdampak", di mana pemerintah tidak sekadar menyemai nilai-nilai keagamaan, namun juga hadir langsung mendampingi dan menguatkan moral generasi muda di tengah tantangan zaman.
Kontributor: Wisnawa