Tanamkan Nilai Tat Twam Asi dan Ekoteologi, Program Benih Cinta Lengkapi Pembekalan Sudhi Wadani

Pembekalan Sudhi Wadani

Klungkung (Bimas Hindu) — Prosesi Sudhi Wadani (ikrar memeluk agama Hindu) di Kementerian Agama Kabupaten Klungkung kini tidak hanya berfokus pada pemenuhan syarat administrasi dan penguatan spiritual semata. Lebih dari itu, umat baru (Dharmika) diajak untuk langsung mengaplikasikan nilai agama melalui kepedulian lingkungan.

Hal tersebut tecermin dalam kegiatan pembekalan Sudhi Wadani yang digelar bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung, Rabu (19/8/2026). Dalam kesempatan ini, para peserta diperkenalkan dengan inovasi Benih Cinta, sebuah gerakan yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan ketahanan pangan keluarga.

Sebagai langkah awal, tim Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung dan pengurus PHDI memberikan pemahaman komprehensif mengenai dasar-dasar ajaran Hindu, tata cara persembahyangan, serta penerapan etika Tat Twam Asi (aku adalah engkau) agar umat mampu membangun sikap saling menghargai antarsesama.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Dewa Ayu Antari, secara khusus menitikberatkan materinya pada konsep Panca Sradha. Ia menjelaskan bahwa "Panca Sradha adalah lima dasar keyakinan atau keimanan dalam agama Hindu yang menjadi fondasi spiritual bagi setiap umatnya dalam memahami hubungan manusia dengan Tuhan".

Kelima pilar keyakinan tersebut meliputi keyakinan terhadap keberadaan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman), percikan suci Tuhan atau jiwa di dalam setiap makhluk (Atman), dan hukum sebab-akibat dari setiap perbuatan (Karmaphala). Selain itu, umat juga dibekali pemahaman mengenai reinkarnasi atau kelahiran kembali (Punarbhava), serta keyakinan terhadap tujuan tertinggi berupa kebebasan jiwa dari siklus kelahiran dan kematian (Moksa).

Kegiatan pembekalan ini ditutup secara simbolis dengan penyerahan Benih Cinta. Benih tanaman produktif ini diberikan sebagai bentuk ajakan nyata kepada peserta untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan (ekoteologi) di pekarangan rumah masing-masing. Melalui Benih Cinta, umat diajak memahami bahwa menjaga, menanam, dan merawat kelestarian alam adalah wujud nyata dari pengamalan nilai keagamaan Hindu.

Inovasi yang diinisiasi oleh Kemenag Klungkung ini sangat selaras dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang dimulai dari unit keluarga.

Sekaligus, langkah ini menjadi implementasi langsung dari program prioritas Asta Protas Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, khususnya pada poin perwujudan "Layanan Keagamaan Berdampak" dan "Penguatan Ekoteologi". Pembinaan umat kini tidak lagi berhenti pada sebatas penyampaian teori di dalam ruangan, melainkan dilanjutkan dengan praktik nyata yang membawa manfaat bagi kehidupan dan alam semesta.

 

Kontributor: Wisnawa


Berita Daerah LAINNYA