Dirjen Bimas Hindu Dorong Penguatan Implementasi NUHUN dalam Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di Era Digital

Dirjen Bimas Hindu Dorong Penguatan Implementasi NUHUN dalam Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di Era Digital

Denpasar (Bimas Hindu) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, menjadi pembicara kunci dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Implementasi NUHUN melalui Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Pendidikan Tinggi Keagamaan Hindu Indonesia (PTKHI) di Smart Classroom Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Sabtu (4/10/2025).

FGD ini menghadirkan dua narasumber penting, yakni Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, dan Prof. Dr. I Ketut Gede Darma Putra, Guru Besar Bidang Ilmu Komputer. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pimpinan perguruan tinggi Hindu untuk memperkuat kolaborasi, menyusun arah kebijakan digitalisasi pendidikan, serta memperkokoh jejaring Nusantara Hindu University Network (NUHUN).

Ketua PTKHI sekaligus Rektor UNHI Denpasar dalam sambutannya menyampaikan laporan kepada Dirjen Bimas Hindu terkait berbagai program yang telah dan akan dijalankan. Ia menegaskan, fokus utama PTKHI adalah meningkatkan jumlah mahasiswa baru, memperkuat mutu akademik, serta memastikan perguruan tinggi Hindu mampu bersaing dengan perguruan tinggi keagamaan lain seperti Islam dan Kristen.

Dalam arahannya, Dirjen Bimas Hindu menekankan pentingnya digitalisasi tata kelola pendidikan tinggi keagamaan Hindu melalui integrasi berbagai sistem, seperti Sindu, Sipandu, dan branding Pancadatu (Pelayanan Cepat, Akurat, Mudah, dan Bermutu). Sistem ini akan terhubung dengan big data di Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Ditjen Bimas Hindu, sebagai langkah nyata mewujudkan pelayanan publik berbasis data dan transparansi.

Lebih lanjut, Prof. Duija menegaskan bahwa penguatan NUHUN sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Asta Protas Kementerian Agama, yakni membangun sistem digital yang terintegrasi mulai dari SIAKAD, Sister, hingga sistem penilaian kinerja dosen (PAK) untuk dosen dan guru besar, baik negeri maupun swasta.

FGD ini juga menghasilkan sejumlah poin penting bagi penguatan ekosistem pendidikan tinggi Hindu, di antaranya:

• Implementasi sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Nasional berbasis kuota program studi yang disahkan melalui Kepdirjen untuk mencegah ketimpangan antar-PTKH.

• Pengembangan program studi berbasis riset dan penguatan regulasi akademik.

• Peningkatan mutu melalui penjaminan kualitas (quality assurance) dan akreditasi institusi.

• Rencana beasiswa S2 dan S3 bagi dosen PTKH serta KIP Kuliah bagi mahasiswa berprestasi.

• Pengembangan program pengabdian tematik, penelitian berbasis daerah 3T dan transmigrasi, serta program double degree antara mahasiswa umum dengan PTKH.

• Pembentukan konsorsium bidang keilmuan dan pengembangan short course (non-degree) bagi masyarakat yang ingin memperdalam pengetahuan agama secara praktis.

Sementara itu, Prof. I Ketut Gede Darma Putra menekankan pentingnya transformasi digital yang memadukan Cloud Computing, Artificial Intelligence (AI), dan kearifan lokal Hindu. Menurutnya, AI membuka akses belajar tanpa batas, namun kekuatan utama perguruan tinggi Hindu terletak pada pengetahuan lokal seperti lontar, tattwa, dan wariga yang perlu didigitalisasi agar dapat dikenal di tingkat global.

“NUHUN dapat menjadi pusat pengetahuan Hindu dunia jika teknologi dan kearifan lokal dipadukan secara harmonis,” ujarnya.

Sedangkan Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi menyampaikan bahwa Pembelajaran Digital dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) merupakan bagian dari strategi nasional untuk mencetak sumber daya manusia unggul, memperluas akses pendidikan, dan memperkuat tata kelola kampus.

“Literasi digital dosen dan mahasiswa menjadi kunci agar pendidikan tinggi Hindu tetap relevan, adaptif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Melalui FGD ini, NUHUN diharapkan mampu menjadi wadah sinergi antara inovasi digital dan spiritualitas Hindu, serta menjembatani cita-cita besar mencetak generasi intelektual Hindu yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing global.


Berita Daerah LAINNYA