Dirjen Bimas Hindu Dorong PTKHN Tingkatkan Kualifikasi Dosen dan Jabatan Akademik

Tabanan (Bimas Hindu) - IAHN Mpu Kuturan mengadakan kegiatan Perencanaan dan Harmonisasi Tingkat Lembaga pada Kamis hingga Sabtu, 26 s.d 28 Februari 2026, bertempat di CLV Hotel dan Villa, Jalan Raya Bedugul, Bali. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyelaraskan arah kebijakan dan program kelembagaan dengan Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Tahun 2025–2029.

Kegiatan tersebut Prof. I Nengah Duija, menyampaikan arahan dan kebijakan Ditjen Bimas Hindu terkait penguatan pendidikan Hindu berkarakter dan berdaya saing global. Dalam pemaparannya, ditegaskan bahwa Renstra Ditjen Bimas Hindu 2025–2029 merupakan penjabaran dari RPJMN 2025–2029 dan Renstra Kementerian Agama yang berlandaskan Visi Indonesia Emas 2045 serta Asta Protas Menteri Agama.

Ia menjelaskan bahwa fokus utama pembangunan bidang agama dan pendidikan Hindu diarahkan pada penguatan sumber daya manusia yang moderat, berkarakter dharmika, serta mampu bersaing secara global. Transformasi sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional sebagaimana visi Presiden dan Wakil Presiden dalam semangat “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dalam forum tersebut dibahas sejumlah strategi prioritas, di antaranya penguatan SDM Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) melalui peningkatan kualifikasi dosen ke jenjang S3, percepatan kenaikan jabatan akademik menuju Lektor Kepala dan Guru Besar, serta peningkatan kompetensi digital tenaga kependidikan sejalan dengan transformasi birokrasi berbasis elektronik.

Selain itu, peningkatan daya saing lulusan juga menjadi perhatian utama melalui implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), penguatan Career Development Center (CDC), serta peningkatan sertifikasi kompetensi mahasiswa yang diakui dunia usaha dan dunia industri. Di bidang riset dan inovasi, PTKHN didorong meningkatkan publikasi internasional bereputasi, perolehan paten dan HAKI, serta menghasilkan riset yang relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Transformasi tata kelola turut menjadi agenda penting melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK/WBBM), serta pengembangan layanan akademik terintegrasi berbasis digital menuju Smart Campus.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat transformasi kelembagaan menuju Universitas Hindu Negeri (UHN) Mpu Kuturan. Upaya peningkatan akreditasi program studi menjadi “Unggul”, penguatan riset dan publikasi ilmiah, digitalisasi pengetahuan tradisional seperti naskah lontar, serta implementasi ekoteologi berbasis konsep “Nyegara Gunung” melalui pengembangan Green Campus menjadi bagian dari langkah konkret yang akan dilakukan.

Dirjen Bimas Hindu berharap terbangun keselarasan program dan kebijakan antarunit kerja sehingga visi “Terwujudnya Masyarakat yang Rukun, Maslahat, dan Cerdas Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” dapat diwujudkan melalui pendidikan Hindu yang unggul, ramah, terintegrasi, serta berdaya saing global.


Berita Daerah LAINNYA