BANGLI (BIMAS HINDU) - Upaya menanamkan nilai-nilai luhur ajaran Hindu serta melestarikan warisan seni budaya sejak usia dini terus digelorakan di lingkungan pendidikan. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Dharma Gita yang ditujukan bagi para siswa di SD Negeri 4 Yangapi, (23/7).
Pembinaan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Hindu, I Gusti Ayu Nurcahyani dan Ni Wayan Gantiari, ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama Hindu melalui seni lantunan kitab suci yang sarat akan makna etika, moral, dan budi pekerti luhur.
Sebanyak 15 siswa mengikuti pembinaan ini dengan antusias. Mereka dibekali pengetahuan mengenai pengertian dan fungsi Dharma Gita, teknik dasar olah vokal, pengaturan pernapasan, pelafalan, hingga intonasi yang benar. Tak hanya sekadar teori, para siswa juga diajak mempraktikkan pelantunan pupuh sesuai tingkat kemampuan masing-masing sembari mendalami pesan-pesan moral yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Melalui latihan rutin ini, para siswa tidak hanya diasah kemampuan seni tarinya dalam melagukan geguritan atau pupuh, tetapi juga dibentuk sikap mental seperti kedisiplinan, rasa percaya diri, dan etika keagamaan. Pembinaan ini sekaligus menjadi wadah persiapan bagi para siswa untuk tampil dalam berbagai agenda keagamaan maupun ajang perlombaan Dharma Gita.
Penyuluh Agama Hindu, Ni Wayan Gantiari, menegaskan pentingnya menanamkan seni sakral ini sejak dini sebagai pilar pembentukan karakter generasi muda.
"Dharma Gita bukan sekadar seni olah vokal, melainkan media pewarisan nilai-nilai suci ajaran Hindu yang membentuk karakter, akhlak mulia, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Melalui pembinaan sejak usia dini, diharapkan lahir generasi Hindu yang religius, berintegritas, berbudaya, dan mampu mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Ni Wayan Gantiari.
Pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah ini menjadi bukti nyata pentingnya menyelaraskan pendidikan formal dengan penguatan spiritualitas. Melalui pendaran bait-bait suci Dharma Gita, para siswa diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman batin untuk mengimplementasikan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara