Bangli (Bimas Hindu) Kementerian Agama terus memperkuat pembinaan keagamaan sebagai bagian dari proses rehabilitasi warga binaan. Melalui Program Ruang Pulih, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli memberikan pembinaan mental dan spiritual kepada warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli, Jumat (24/7).
Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Hindu I Wayan Sudarma dan Ni Wayan Wiraswastini tersebut bertujuan membangun karakter, memperkuat kesadaran spiritual, sekaligus mendukung proses pemulihan warga binaan melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.
Dalam pembinaan tersebut, peserta menerima materi bertajuk Konsep Tuhan dalam Mandala dan Aksara di Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Materi ini mengajarkan bahwa Ida Sang Hyang Widhi Wasa hadir dalam diri manusia maupun alam semesta, sehingga setiap individu memiliki tanggung jawab menjaga kesucian diri dan keharmonisan dengan lingkungan sebagai wujud pengamalan ajaran Hindu.
Selain pendalaman materi, warga binaan juga diajak mempraktikkan Kultivasi AUM sebagai latihan spiritual untuk meningkatkan konsentrasi, menenangkan pikiran, dan membangun keseimbangan energi selama menjalani masa pembinaan. Metode penyampaian dilakukan secara partisipatif melalui diskusi, praktik, dan story telling, sehingga materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 63 warga binaan mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Penyuluh Agama Hindu Kantor Kemenag Bangli, I Wayan Sudarma, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan yang utuh bagi warga binaan.
"Melalui Program Ruang Pulih, kami berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang tidak hanya memperkuat pemahaman ajaran agama, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual, pengendalian diri, serta optimisme untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Kami berharap nilai-nilai keagamaan yang diperoleh dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan dalam proses pembinaan maupun saat kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.
Program Ruang Pulih merupakan wujud komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, Kemenag berupaya memperkuat ketahanan mental, spiritual, dan karakter warga binaan agar siap kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.