Maknai Hari Purnama, Penyuluh Agama Hindu Bekali Pelajar Lampung Tengah dengan Nilai Spiritual dan Karakter

Menanamkan nilai-nilai Dharma sejak usia sekolah menjadi investasi penting dalam membentuk generasi Hindu yang berkarakter.

Lampung Tengah (Bimas Hindu) – Upaya menanamkan nilai-nilai spiritual kepada generasi muda terus dilakukan melalui pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah. Penyuluh Agama Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Lampung Tengah, Adi Narendra Yoga, memberikan pembinaan kepada siswa-siswi Hindu di SMP Negeri 1 Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema pemaknaan Hari Purnama sebagai momentum membangun karakter, memperkuat sradha dan bhakti, serta meningkatkan kesadaran spiritual peserta didik.

Pembinaan diikuti oleh siswa-siswi Hindu dengan antusias. Dalam penyampaiannya, Adi Narendra Yoga menjelaskan bahwa Hari Purnama merupakan salah satu hari suci yang memiliki makna mendalam dalam ajaran Hindu. Selain menjadi waktu yang baik untuk melaksanakan persembahyangan, Hari Purnama juga menjadi kesempatan melakukan introspeksi diri, menyucikan pikiran, dan memperkuat hubungan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Ia menjelaskan, cahaya bulan purnama melambangkan kejernihan pikiran dan kesucian batin yang harus terus dipelihara oleh setiap umat Hindu. Momentum tersebut juga diyakini sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas doa, meditasi, dan pengendalian diri sebagai bagian dari perjalanan spiritual.

"Hari Purnama mengajarkan kita untuk membersihkan pikiran dari sifat-sifat negatif dan mengisinya dengan kebajikan. Kesucian hati menjadi landasan utama dalam menjalani kehidupan yang selaras dengan nilai-nilai dharma," ujar Adi Narendra Yoga.

Ia juga mengaitkan makna Hari Purnama dengan kehidupan para pelajar yang sedang berada pada masa brahmacari, yakni fase menuntut ilmu dan membentuk karakter. Menurutnya, semangat belajar, disiplin, serta ketekunan dalam mencari pengetahuan merupakan jalan untuk menghilangkan awidya atau kegelapan akibat ketidaktahuan.

"Jika kita refleksikan, Hari Purnama ibarat perjalanan kalian pada masa brahmacari. Dengan semangat belajar dan kedisiplinan, kalian sedang mencari cahaya pengetahuan untuk menerangi kegelapan pikiran atau awidya. Ilmu pengetahuan akan menjadi bekal untuk membangun masa depan sekaligus menguatkan karakter sebagai generasi Hindu," katanya.

Selain membahas aspek spiritual, peserta juga diajak mengimplementasikan nilai-nilai Hari Purnama dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap hormat kepada guru dan orang tua, disiplin dalam belajar, menjaga etika pergaulan, serta membangun hubungan yang harmonis dengan sesama sebagai wujud nyata pengamalan ajaran Hindu.

Adi Narendra Yoga berharap pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan mampu memperkuat karakter religius peserta didik sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap ajaran Hindu sejak usia sekolah. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dharma.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan Penyuluh Agama Hindu dalam memperluas penguatan pendidikan keagamaan di sekolah. Melalui pendekatan yang komunikatif dan kontekstual, pembinaan diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi Hindu yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan kepedulian sosial.


Berita Daerah LAINNYA