Tulang Bawang (Bimas Hindu) - Transformasi pendidikan keagamaan Hindu di Kabupaten Tulang Bawang terus bergerak menuju tata kelola yang lebih tertata. Puluhan pengelola pasraman mengikuti sosialisasi migrasi Pasraman Minggu menjadi Pasraman Non Formal yang digelar di Gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (24/6/2026).
Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi para pengelola pasraman untuk memahami arah kebijakan terbaru terkait penyelenggaraan pendidikan keagamaan Hindu, sekaligus memperoleh penjelasan mengenai proses administrasi yang harus dipenuhi dalam migrasi kelembagaan.
Penyelenggara Hindu Kabupaten Tulang Bawang, Narsono, menilai langkah migrasi tersebut merupakan bagian penting dari upaya memperkuat eksistensi pasraman sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki legalitas dan sistem pengelolaan yang lebih baik.
“Pasraman memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter dan pemahaman keagamaan generasi Hindu. Karena itu, proses migrasi ini perlu dipahami bersama agar setiap lembaga memiliki dasar hukum yang jelas dan mampu menyelenggarakan pendidikan secara lebih tertib dan profesional,” kata Narsono.
Menurutnya, penguatan kelembagaan menjadi fondasi penting dalam menjawab kebutuhan pembinaan umat yang terus berkembang. Dengan status sebagai Pasraman Non Formal, lembaga pendidikan keagamaan Hindu diharapkan semakin mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik.
Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tulang Bawang, Putu Bambang Juli Hermanto, menjelaskan tahapan migrasi mulai dari persyaratan administrasi, kelengkapan dokumen, proses pengajuan, hingga mekanisme verifikasi dan pendataan pada sistem yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa pemahaman yang baik terhadap prosedur migrasi akan membantu pengelola pasraman menghindari kendala administratif yang berpotensi menghambat proses pengajuan.
“Kami ingin memastikan seluruh pengelola pasraman memahami alur dan persyaratan yang diperlukan. Dengan demikian, proses migrasi dapat berjalan lebih efektif dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Bagi sebagian pengelola, sosialisasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperoleh kepastian informasi di tengah proses penyesuaian regulasi yang tengah berlangsung. Di sisi lain, forum ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pengelola pasraman dalam membangun pendidikan keagamaan Hindu yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penguatan status kelembagaan pasraman dinilai tidak hanya berdampak pada aspek administrasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas pembelajaran, tata kelola organisasi, serta pembinaan peserta didik secara berkelanjutan. Dengan fondasi yang semakin kuat, pasraman diharapkan mampu melahirkan generasi Hindu yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.
#Bimas HIndu #Penyuluh Hindu Tulang Bawang #Pasraman #Hindu