Persembahyangan Tilem di Prambanan, Penyuluh Hindu Perkuat Pendampingan Umat

Penyuluh Agama Hindu bersama umat mengikuti persembahyangan Tilem di kawasan Candi Prambanan, Klaten.

Prambanan (Bimas Hindu) Sekitar 200 umat Hindu mengikuti persembahyangan Tilem di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Rabu  (12/8/2026). Persembahyangan berlangsung khidmat dan penuh penghayatan sebagai momentum memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Kelompok Jogan Mapan yang melibatkan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) wilayah Kecamatan Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan bersama Penyuluh Agama Hindu wilayah binaan Kecamatan Jogonalan.

Pelaksanaan persembahyangan Tilem tidak hanya menjadi momentum bagi umat untuk meningkatkan kualitas spiritual, tetapi juga menjadi ruang introspeksi diri, menumbuhkan rasa syukur, serta memperkuat kebersamaan dalam kehidupan keagamaan.

Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten Suyamto turut hadir bersama para Penyuluh Agama Hindu dan staf. Kehadiran jajaran Kemenag Klaten menjadi bagian dari upaya memperkuat pendampingan dan pelayanan keagamaan secara langsung di tengah umat.

Pendampingan penyuluh dilakukan melalui keterlibatan dalam kegiatan keagamaan sekaligus membangun komunikasi dengan umat. Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat menjadi ruang untuk mendengarkan kebutuhan umat dan memberikan pembinaan sesuai dengan konteks kehidupan keagamaan masyarakat Hindu.

Suasana persembahyangan di kawasan Candi Prambanan berlangsung tenang dan penuh penghayatan. Umat mengikuti seluruh rangkaian persembahyangan dengan kesungguhan sebagai bentuk bhakti sekaligus refleksi untuk meningkatkan kualitas diri dalam kehidupan sehari-hari.

Suyamto menyampaikan bahwa persembahyangan Tilem memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pelaksanaan ritual keagamaan. Momentum tersebut dapat menjadi sarana menata diri sekaligus memperkuat persaudaraan dan keharmonisan di antara umat.

“Ketika bhakti dilakukan dengan ketulusan dan kebersamaan, persembahyangan bukan sekadar ritual, tetapi menjadi jalan untuk menata hati, memperkuat persaudaraan, dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Suyamto.

Kolaborasi antara Kelompok Jogan Mapan, PHDI Kecamatan Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan, Penyuluh Agama Hindu wilayah binaan Kecamatan Jogonalan, serta Penyelenggara Hindu Kemenag Kabupaten Klaten mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang tertib, khidmat, dan bermakna.

Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara umat dan unsur pembinaan keagamaan diharapkan semakin kuat. Kehadiran penyuluh di tengah umat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang dekat, komunikatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sradha, bhakti, serta persaudaraan umat Hindu.

Kontributor : Dwi Hantoro


Berita Daerah LAINNYA