Banyuwangi (Bimas Hindu) - Dalam upaya memperkuat peran pemangku dan sarati sebagai pelayan umat, Pinandhita Sanggraha Nusantara (PSN) Korda Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Pinandita dan Sarati di Pura Giri Mulya Raung, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 271 peserta dari delapan kabupaten di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, Jember, Lumajang, Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, dan Situbondo. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya semangat dalam memperdalam pengetahuan dan kemampuan pelayanan spiritual di kalangan pemangku dan sarati.
Pelatihan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas, wawasan keagamaan, serta profesionalisme pelayan umat agar dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik dan relevan dengan tantangan zaman.

Kegiatan dibuka oleh Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, yang hadir mewakili Pembimas Hindu Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pemangku sebagai figur teladan umat Hindu di era digital.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Bidang Ekonomi PHDI Provinsi Jawa Timur, Sujarwo, SE, Ketua PHDI Kabupaten Banyuwangi, Sardiyanto, M.Pd.H., Forpimca Kecamatan Glenmore, serta Ketua dan Pengurus PSN Korwil Jawa Timur, Jro Gde I Made Jiwa Astika.
Dalam laporannya, Ketua PSN Korda Banyuwangi mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara PSN, Kementerian Agama, dan lembaga keagamaan Hindu dalam meningkatkan mutu pelayanan umat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kemampuan para pemangku agar semakin siap melayani umat dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Sinergi PSN dengan Kemenag menjadi langkah nyata untuk memperkuat pelayanan berbasis dharma,” ujarnya.
Selain pembinaan, kegiatan ini juga menjadi momentum penyerahan bantuan berupa pakaian pemangku lanang dan istri serta 25 set genta dari Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI. Bantuan ini disambut dengan antusias dan dianggap sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap penguatan kelembagaan Hindu di daerah.
“Bantuan ini tentu menambah semangat para pemangku dalam memberikan pelayanan kepada umat. Kami merasa diperhatikan dan didukung oleh pemerintah,” tambah Ketua PSN Banyuwangi.

Sementara itu, Penyelenggara Hindu Kemenag Banyuwangi, Oksan Wibowo, yang hadir mewakili Pembimas Hindu, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menilai pelatihan tersebut sangat relevan dengan dinamika kehidupan beragama saat ini.
Menurutnya, seorang pemangku harus mampu menjadi sumber literasi dan panutan moral bagi umat Hindu. “Kita kini menghadapi generasi Z dengan gaya beragama yang berbeda. Pemangku harus bisa beradaptasi dan menjadi sumber pengetahuan serta inspirasi bagi mereka,” jelas Oksan.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi tidak hanya mencakup kemampuan ritual, tetapi juga pemahaman terhadap nilai-nilai dharma, etika sosial, serta wawasan kebangsaan yang memperkuat kerukunan antarumat.
Lebih lanjut, Oksan berharap agar kegiatan seperti ini terus digalakkan di berbagai daerah. “PSN harus menjadi gerakan yang memberi dampak positif bagi umat dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang tulus, umat akan semakin merasakan kehadiran nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, PSN Banyuwangi meneguhkan komitmennya dalam menciptakan pemangku dan sarati yang cakap, berwawasan luas, dan mampu menjalankan pelayanan umat secara profesional serta berlandaskan nilai-nilai dharma dan kebajikan.