Denpasar (BIMAS HINDU) Sebagai salah satu upaya menjaga khazanah intelektual nusantara yang terus diperkuat melalui aksi nyata di lapangan melalui pelestarian naskah lontar sebagai warisan budaya Hindu yang tak ternilai harganya. Masyrakat Hindu Bali mendatangi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali guna mengonsultasikan langkah strategis penyelamatan dan pelestarian naskah lontar tersebut, Kamis (7/5/2026).
Langkah ini disambut langsung oleh Kepala Bidang Urusan Agama Hindu, I Wayan Diadnyana, didampingi Penyuluh Agama Hindu I Gusti Putu Suana. Diskusi berlangsung dinamis, membedah tantangan fisik naskah kuno hingga peluang digitalisasi agar pengetahuan luhur di dalamnya tetap relevan bagi generasi muda.
Diadnyana menegaskan bahwa menjaga lontar bukan sekadar merawat benda mati, melainkan menjaga "napas" peradaban Hindu di Bali. Baginya, setiap helai lontar menyimpan kode etik, pengetahuan, hingga filosofi hidup yang menjadi identitas bangsa.
"Kita tidak ingin warisan leluhur ini hanya menjadi pajangan sejarah. Konsultasi hari ini adalah bukti kepedulian masyarakat yang luar biasa. Pelestarian lontar harus menjadi gerakan semesta, kolektif antara pemerintah yang memfasilitasi dan masyarakat yang memiliki serta merawatnya," ujar Diadnyana di sela-sela pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat yang hadir menyampaikan harapan agar ada pendampingan teknis yang lebih masif, mulai dari pembersihan naskah secara berkala (konservasi) hingga proses alih media digital. Hal ini dinilai mendesak mengingat faktor alam dan usia naskah yang rentan mengalami kerusakan permanen.
I Gusti Putu Suana selaku Penyuluh Agama Hindu menambahkan, pihaknya siap turun ke kantong-kantong masyarakat untuk memberikan edukasi praktis. "Fungsi kami adalah hadir di tengah umat. Kami menyediakan ruang dialog dan pendampingan teknis agar nilai-nilai dalam lontar tidak terputus penularannya," tegas Suana.
Melalui layanan konsultasi aktif ini, Kanwil Kemenag Bali berkomitmen untuk terus menjadi jembatan bagi pelestarian budaya keagamaan. Sinergi ini diharapkan mampu memastikan ribuan naskah lontar di tangan masyarakat tetap terjaga kualitasnya dan dapat dipelajari secara luas sebagai sumber ilmu pengetahuan yang abadi.
Berita Daerah
Rawat Peradaban, Masyarakat dan Kemenag Bali Perkuat Sinergi Lestarikan Lontar Sebagai Warisan Dunia
Rawat Peradaban, Masyarakat dan Kemenag Bali Perkuat Sinergi Lestarikan Lontar Sebagai Warisan Dunia
- Senin, 11 Mei 2026 | 10:22 WIB