Tabanan (Bimas Hindu) – Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan menggelar pertemuan strategis bertajuk Perencanaan dan Harmonisasi Tingkat Lembaga Tahun 2026 yang berlangsung pada tanggal 26 hingga 28 Februari 2026, di CLV Hotel dan Villa, Bedugul, Tabanan. Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi lembaga untuk menyatukan visi dan langkah dalam menyusun arah kebijakan serta sinkronisasi program kerja kementerian agama.
Rektor IAHN Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, S.Ag., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap rupiah yang tercantum dalam anggaran harus mampu dikonversi menjadi kinerja nyata yang berdampak langsung pada kemajuan institusi dan pelayanan kepada mahasiswa.
Hadir sebagai narasumber utama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., memaparkan arah kebijakan transformasi satuan pendidikan Hindu yang menjadi prioritas nasional.
Dalam Paparannya, Prof. Duija menekankan bahwa lembaga pendidikan Hindu harus segera melakukan akselerasi, baik dari sisi peningkatan akreditasi maupun kualifikasi sumber daya manusia, agar memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional. Beliau menyampaikan bahwa digitalisasi layanan melalui sistem "Satu Data Bimas Hindu" bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan efisiensi birokrasi yang transparan.
Di era globalisasi saat ini, digitalisasi layanan bukan lagi sekadar pilihan atau tren, melainkan sebuah keharusan demi menciptakan efisiensi birokrasi yang transparan dan akuntabel. Prof. Duija juga memberikan instruksi tegas mengenai pentingnya optimalisasi tata kelola keuangan yang bersih dan transparan. Transformasi ini diharapkan tidak berhenti pada level administratif saja, namun juga menyentuh substansi pelayanan keagamaan.
Sebagai penutup, Prof. Duija mendorong agar IAHN Mpu Kuturan beserta lembaga pendidikan Hindu lainnya dan Rumah Ibadah dapat bertransformasi menjadi pusat layanan keagamaan yang multifungsi. Beliau memiliki visi agar lembaga-lembaga ini tidak hanya terfokus pada urusan ritual keagamaan semata, tetapi juga harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan kesejahteraan umat. Dengan perencanaan yang harmonis dan terintegrasi, IAHN Mpu Kuturan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi Hindu yang unggul, moderat, dan mandiri secara ekonomi di masa depan.